Ramadan Fest 2026 Jadi Panggung UMKM Kutim, Kolaborasi Koperasi Diperkuat di Tengah Efisiensi Anggaran
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Ramadan Fest 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kutai Timur (Kutim) untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat. Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim selama bulan Ramadan ini tidak hanya menghadirkan semarak kuliner dan produk kreatif, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas koperasi di tengah penyesuaian anggaran daerah.
Sebanyak 37 stand UMKM terpilih ambil bagian dari ratusan pendaftar yang berminat. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya semangat pelaku usaha lokal untuk terus tumbuh meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menegaskan bahwa sinergi antara koperasi dan UMKM merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan. Menurutnya, kolaborasi bukan sekadar kerja sama formal, melainkan upaya membangun jejaring usaha yang saling menguatkan.
“Kolaborasi ini membuka peluang jejaring usaha yang lebih luas serta meningkatkan eksposur produk di pasar. Ketika koperasi dan UMKM bergerak bersama, dampaknya akan lebih terasa,” ujarnya, Rabu (25/2/2026), di Kantor Kecamatan Sangatta Utara.
Di tengah semangat tersebut, Teguh tidak menampik adanya tantangan fiskal yang dihadapi daerah. Penurunan anggaran Dinas Koperasi dan UMKM terjadi sebagai dampak kebijakan efisiensi dan berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) yang memengaruhi struktur APBD.
Namun, ia menegaskan bahwa penyesuaian anggaran tidak berarti penghentian program. Sejumlah kegiatan tetap berjalan dengan skala yang disesuaikan. Jika sebelumnya pembinaan dilaksanakan secara masif, kini pelaksanaannya dibatasi dengan kuota lebih selektif agar tetap tepat sasaran.
“Bukan dihilangkan, tetapi volumenya yang kami kurangi. Kami sesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah,” jelasnya.
Festival, promosi industri, hingga agenda pemberdayaan lainnya memang terdampak efisiensi. Kendati demikian, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlanjutan pembinaan UMKM dan koperasi agar roda ekonomi masyarakat tetap bergerak.
Ramadan Fest 2026 pun menjadi simbol bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk berinovasi. Justru melalui kolaborasi dan semangat kebersamaan, koperasi dan UMKM di Kutai Timur diharapkan mampu bertahan, berkembang, dan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang semakin tangguh. (IM)
![]()









