UMKM Kutim Digenjot Go Digital, Diskop UKM Fokus Perkuat Akses Modal dan Daya Saing
Portalkaltim.com,Kutai Timur – Upaya memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dipacu Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur. Tahun ini, dua isu utama menjadi sorotan: percepatan digitalisasi dan kemudahan akses permodalan.
Kepala Diskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menilai sebagian besar pelaku UMKM masih kesulitan memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk. Banyak dari mereka belum terbiasa membuat konten, foto produk yang layak jual, maupun video promosi untuk platform online.
“Masih banyak UMKM yang belum percaya diri menggunakan teknologi. Maka kami mulai dari pelatihan sederhana agar mereka bisa memasarkan produk secara digital,” ujar Teguh, Jumat (21/11/2025).
Tak hanya soal digital, persoalan permodalan juga menjadi tantangan. Meski fasilitas kredit tersedia melalui kerja sama Diskop UKM dengan pihak perbankan, banyak pelaku usaha yang masih ragu akibat kekhawatiran terhadap bunga pinjaman.
Untuk itu, Diskop UKM memberikan edukasi dan pendampingan intensif agar pelaku UMKM memahami bahwa pembiayaan dapat menjadi sarana penting dalam pengembangan usaha, bukan beban.
“Kami ingin mereka melihat pinjaman sebagai peluang, selama dikelola dengan benar dan digunakan untuk kebutuhan produktif,” jelas Teguh.
Selain pelatihan dan permodalan, pemerintah daerah juga menyiapkan Rumah Produksi Bersama sebagai pusat pengujian kualitas produk. Komoditas unggulan seperti amplang dan gula semut akan mendapatkan pendampingan standar mutu agar mampu masuk pasar nasional hingga ekspor.
Dengan rangkaian program tersebut, pemerintah berharap UMKM Kutim mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Teguh menegaskan bahwa penguatan UMKM bukan sekadar meningkatkan keuntungan pelaku usaha, tetapi juga membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat di Kutai Timur.
“Harapan kami, UMKM Kutim dapat tumbuh lebih mandiri, kompetitif, dan siap menghadapi persaingan di era digital,” tutupnya. (ADV)
![]()







