Puskesmas Teritip Dorong Gizi Seimbang Cegah Masalah Kesehatan Remaja di Sekolah

Foto: Situasi penyuluhan tentang gizi seimbang bagi siswa SMP Negeri 13 Balikpapan pada Jumat, (14/11/2025).

Portalkaltim.com, Balikpapan – Puskesmas Teritip kembali mempromosikan kebijakan pemerintah di bidang kesehatan melalui penyuluhan tentang gizi seimbang bagi siswa SMP Negeri 13 Balikpapan pada Jumat, (14/11/2025).

Kegiatan ini digelar oleh SMP 13 Balikpapan sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) guna menargetkan peningkatan pemahaman remaja terhadap pola makan sehat.

Penyuluhan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA ini menyajikan materi mengenai pentingnya gizi seimbang, perbedaan konsep empat sehat lima sempurna dengan pendekatan gizi seimbang, serta risiko kesehatan akibat pola makan yang tidak tepat.

“Gizi seimbang sangat berperan penting bagi remaja karena mencakup empat pilar mulai dari makan beragam, aktivitas fisik, pola hidup bersih sehat, hingga menimbang berat badan secara berkala,” ujar Nutrisionis Puskesmas Teritip, Juliati Nipo.

Ia menambahkan bahwa sarapan sehat menjadi aspek utama yang harus dibiasakan sejak dini. Sarapan membantu menjaga konsentrasi belajar, mencegah sakit kepala, serta menghindarkan siswa dari kebiasaan jajan tinggi gula dan karbohidrat.

Menjelaskan lebih lanjut, Juliati mengungkapkan bahwa pola makan tidak teratur membuat anak cenderung mencari makanan instan yang dapat memicu obesitas. Materi penyuluhan juga mendorong siswa untuk memahami proporsi ideal makanan sesuai panduan isi piringku.

“Anak-anak yang tidak sarapan cenderung cepat lelah dan mencari jajanan manis, sehingga risiko obesitas meningkat,” katanya.

Puskesmas Teritip menegaskan komitmennya terhadap kesehatan remaja melalui program rutin di sekolah-sekolah, termasuk kegiatan makan bersama dan konsumsi tablet tambah darah setiap Jumat bagi siswa SMP dan SMA. Kegiatan serupa juga diterapkan di tingkat SD dengan fokus edukasi sarapan sehat serta pengenalan konsep gizi seimbang.

Menurut Juliati, respons siswa selama ini cukup positif. Pada beberapa sekolah, variasi sarapan yang dibawa sudah mulai beragam dan menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap kebutuhan gizi harian.

“Sekarang jenis sarapan mereka sudah lebih lengkap, ada karbohidrat, ada sayur dan buah, dan ini terlihat di banyak sekolah,” ucapnya.

Juliati berharap edukasi gizi dapat terus dipraktikkan para remaja dalam kehidupan sehari-hari demi menciptakan generasi yang sehat dan mampu belajar secara optimal.

“Harapan saya anak-anak bisa menerapkan pola gizi seimbang setiap hari agar tetap sehat dan siap menjadi penerus bangsa,” tuturnya.

Di sisi lain, Nurdin selaku Perwakilan SMP 13 Balikpapan menyebut bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk menjawab tantangan keterbatasan akses fasilitas sekolah yang hanya memiliki kantin kecil, sementara jumlah siswa mencapai 650 orang.

Kegiatan inipun menjadi salah satu program unggulan yang dirangkaikan dengan agenda pembinaan siswa. Program ini dilaksanakan dengan dukungan puskesmas dan disertai pembagian susu dari sekolah. Selain pemenuhan gizi, sekolah juga mengintegrasikan edukasi kesehatan secara rutin agar siswa memahami pentingnya pola hidup sehat.

“Setiap tahun Puskesmas Teritip bekerja sama dengan sekolah mengambil data kesehatan lengkap, mulai dari lingkar kepala, berat badan, hingga pemantauan stunting,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan puskesmas sudah berjalan lama dan berlangsung intensif. Setiap bulan, sekolah menerima distribusi tablet tambah darah, layanan vaksin HPV bagi siswi yang sudah akil balig, serta edukasi gizi dan kesehatan reproduksi.

Pihak sekolah menambahkan bahwa UKS dan PMR di SMPN 13 merupakan binaan langsung dari puskesmas, sehingga pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dapat berjalan konsisten.

“Penyuluhan gizi, kesehatan reproduksi, hingga sanitasi lingkungan selalu dilakukan secara rutin oleh puskesmas,” katanya.

Respons siswa juga dinilai meningkat seiring tersedianya kegiatan tematik yang memperkuat pembiasaan hidup sehat. Keterbatasan fasilitas kantin membuat sekolah mendorong siswa membawa bekal bergizi, yang juga dicontohkan langsung oleh para guru.

Nurdin menyebut bahwa penyuluhan tidak hanya menyasar gizi dan kesehatan umum, tetapi juga isu perlindungan anak serta pencegahan kekerasan. Ia mengatakan bahwa materi tambahan sering diberikan oleh kepolisian, Koramil, Kesbangpol, hingga BNN Teritip secara bergilir.

“Kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap tahun, terutama ketika ada murid baru yang masuk,” ucapnya.

Menurutnya, meski berlokasi di wilayah Balikpapan Timur, sekolah tetap menempatkan kesehatan sebagai prioritas. Dukungan instansi pemerintah membuat layanan kesehatan remaja dapat berjalan terarah dan mencakup seluruh siswa.

“Harapan kami anak-anak di sini tidak tertinggal dari yang di pusat kota, dan bisa tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, serta memiliki masa depan yang baik,” tutupnya. (YD/ADV)

Loading