Mimpi Besar Kutai Timur: Panen Padi Kering Bisa Lima Kali dalam Dua Tahun
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Harapan besar bagi ketahanan pangan di Kutai Timur perlahan menemukan titik terang. Inovasi teknologi pengolahan lahan kering yang tengah diuji coba diyakini akan membuka peluang panen padi lebih dari sekali dalam setahun.
Langkah visioner ini lahir dari kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi dan dukungan perusahaan besar di daerah. Jika sebelumnya padi lahan kering hanya mampu menghasilkan satu kali panen per tahun, teknologi baru yang diterapkan berpotensi menggandakan hingga lima kali panen dalam dua tahun.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa penerapan teknologi modern menjadi kunci perubahan di sektor pertanian. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan tambang yang ikut mendukung uji coba di daerah tersebut.
“Dan alhamdulillah teknik teknologi pengolahan lahan baik sawah maupun padi kering kita sudah banyak berkoordinasi dengan berbagai perguruan tinggi. termasuk saya terima kasih kepada PT Kaltim Prima Coal yang telah menyiapkan lahan untuk uji coba padi lahan kering di dalam tahun ini,” ungkap Ardiansyah.
Ia menambahkan, keberhasilan uji coba ini dapat mengubah pola panen yang selama ini terbatas. Dengan penerapan teknologi, bukan hanya produktivitas yang meningkat, namun juga kesejahteraan petani di Kutai Timur akan ikut terangkat.
“Apabila itu berhasil karena informasinya kalau selama ini padi kering itu hanya setiap tahun satu kali panen dengan adanya teknologi bisa 1 tahun 2 kali panen bahkan 2 tahun bisa 5 kali panen,” jelasnya.
Langkah strategis ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan kebutuhan pangan di masa depan. Kutai Timur yang dikenal memiliki lahan luas berpotensi menjadi salah satu lumbung pangan baru di Kalimantan jika terobosan tersebut benar-benar berjalan sesuai harapan.
Ardiansyah berharap, kehadiran teknologi ini mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Lebih dari sekadar inovasi, peningkatan produktivitas pertanian dinilainya akan menciptakan kemandirian pangan di daerah.
“Nah, ini yang kita harapkan mudah-mudahan masyarakat Kutai Timur bisa terbantu,” tutupnya. (SH/ADV).
![]()








