DPRD Minta Jalan Batu Ampar–Wahau Diprioritaskan Kembali sebagai Akses Strategis Utara Kutim
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Di antara hutan lebat, perkebunan rakyat, dan pemukiman yang terus tumbuh, terdapat sebuah ruas jalan yang pernah menjadi denyut utama pergerakan masyarakat di utara Kutai Timur. Jalur Batu Ampar–Wahau, yang dahulu berstatus sebagai jalan provinsi dan menghubungkan Batu Timbau hingga kilometer 55 menuju Wahau, kini hanya tinggal jejak. Sudah empat tahun berlalu sejak statusnya dicabut, dan sejak itu kondisi jalan seakan ikut terhapus dari perhatian pembangunan.
Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menilai bahwa situasi ini tidak bisa dibiarkan lebih lama. Meskipun status jalannya telah hilang, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah masih memiliki ruang gerak untuk memperjuangkan pembangunan ulang jalur tersebut.
“Pemerintah daerah masih dapat mengusulkan pembangunan karena jalan tersebut berstatus non-status dan memiliki nilai strategis sebagai penghubung antarkecamatan,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).
Keberadaan jalan ini memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan warga. Selain menjadi akses transportasi utama, jalur Batu Ampar–Wahau pernah berperan penting dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat mulai dari mobilitas hasil perkebunan hingga arus barang kebutuhan harian. Namun kini kondisinya memprihatinkan. Pada musim hujan, badan jalan berubah menjadi genangan lumpur yang sulit dilalui, membuat warga harus berjuang ekstra hanya untuk berpindah antarwilayah.
Jimmi menilai bahwa pemulihan jalur ini bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi mengembalikan harapan masyarakat di kawasan utara Kutim. Dengan kembali dibukanya akses tersebut, distribusi hasil pertanian dan perkebunan dapat berjalan lebih lancar, biaya logistik turun, dan investor memiliki alasan lebih kuat untuk melirik potensi Batu Ampar dan sekitarnya.
DPRD Kutai Timur pun mendorong agar usulan pembangunan jalan ini masuk dalam prioritas kerja tahun 2026. Kesempatan tersebut, menurut Jimmi, dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali konektivitas wilayah yang selama ini terhambat oleh keterbatasan akses jalan. Ia menegaskan bahwa jalan bukan hanya jalur fisik, tetapi penopang utama pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan kehidupan masyarakat di pedalaman.
Dengan perencanaan yang matang dan dorongan politik yang kuat, ia berharap jalan Batu Ampar–Wahau dapat bangkit kembali bukan sekadar sebagai infrastruktur, tetapi sebagai jembatan masa depan bagi masyarakat Kutai Timur bagian utara. (SH/ADV)
![]()








