Dishub Balikpapan Siapkan Strategi Perluasan BCT hingga BSCC Dome, Raih Penghargaan Eco Office

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman.

Portalkaltim.com, Balikpapan — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan mulai menyiapkan langkah strategis dalam memperkuat sistem transportasi publik, menjelang pelimpahan kewenangan operasional dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kepada pemerintah daerah. Salah satu fokus utama yang tengah dikaji adalah perluasan koridor layanan Balikpapan City Transport (BCT) agar dapat menjangkau kawasan Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa hingga tahun 2026, seluruh pengelolaan BCT — mulai dari operasional, sumber daya manusia, hingga pembiayaan — masih menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub. Pemerintah kota saat ini berperan dalam menyiapkan rancangan kebutuhan dan rencana pengembangan masa depan.

“Seluruh kegiatan operasional masih menjadi kewenangan pemerintah pusat hingga 2026. Kami di daerah hanya menyusun perencanaan serta menyiapkan dukungan anggaran,” ujar Fadli, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, Dishub kini sedang melakukan pemetaan kebutuhan pengembangan BCT, termasuk penambahan armada, pembangunan halte baru, serta pembukaan rute yang dinilai vital. Pelimpahan penuh kewenangan kepada Pemkot Balikpapan dijadwalkan berlaku mulai Juli 2027.

Salah satu usulan yang dibahas secara serius adalah penambahan koridor menuju BSCC Dome, kawasan yang sering menjadi pusat kegiatan masyarakat dan lokasi perhelatan berskala besar.

“Layanan BCT perlu menjangkau BSCC karena mobilitas ke kawasan itu cukup tinggi. Harapannya, usulan ini dapat terealisasi sebelum akhir tahun,” kata Fadli.

Ia menambahkan, pola layanan BCT yang telah diterapkan di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan) terbukti efektif dan efisien, sehingga perluasan ke BSCC Dome menjadi langkah logis untuk memperkuat jaringan transportasi publik kota.

Selain fokus pada peningkatan layanan transportasi, Dishub Balikpapan juga mencatat prestasi membanggakan di bidang lingkungan dengan berhasil meraih penghargaan Eco Office. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Dishub dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan di lingkungan kerja.

Fadli menjelaskan, berbagai langkah konkret telah dilakukan, mulai dari penghematan energi listrik dan air, penyediaan fasilitas pemilahan sampah, hingga pemasangan imbauan hemat energi di berbagai area strategis kantor.

“Setiap pegawai kami dorong untuk berperilaku hemat dan peduli lingkungan. Tindakan kecil seperti mematikan lampu dan memisahkan sampah plastik menjadi bagian dari budaya kerja kami,” ujarnya.

Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan motivasi untuk memperkuat budaya berkelanjutan di seluruh jajaran Dishub.

“Ini bukan sekadar penghargaan, tapi komitmen kolektif agar budaya ramah lingkungan menjadi bagian dari identitas Dishub Balikpapan,” tegas Fadli.

Dengan strategi pengembangan transportasi publik yang berkelanjutan serta penerapan prinsip ramah lingkungan, Dishub Balikpapan berupaya mewujudkan kota yang modern, tertib, dan berkelanjutan.ADV

Loading