Mahyunadi Geram, PT PAMA Mangkir dari Diskusi Soal Shift Kerja Ekstrem
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Serikat Pekerja PT Pamapersada Nusantara (PAMA) yang bergerak di sektor tambang, yang berada di bawah naungan PT Kaltim Prima Coal (KPC) Sangatta, Kutai Timur (Kutim), duduk bersama Wakil Bupati Kutim Mahyunadi demi mendapatkan jawaban atas keluhan mereka di Ruang Ulin, Kantor Bupati Kutim pada Rabu (7/5/2025).
Melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Ditrannaker) Roma Malau, serikat pekerja ini mengeluhkan adanya pola kerja ekstrem yang diterapkan PT PAMA, yakni tiga shift dalam 20 hari berturut-turut tanpa jeda istirahat.
“Kalau saya mengingat ini, saya rasanya sedih, Pak. Karena ada hak pekerja di sini yang diabaikan,” ujar Roma Malau sewaktu menceritakan bagaimana perasaan para pekerja.
Namun dalam diskusi tersebut, pihak Manajemen PT PAMA tidak hadir walaupun sudah disampaikan surat resmi undangan. Hingga, diskusi kala itu tidak mendapat titik terang dan kesepakatan apapun.

Menurut Mahyunadi, undangan yang diberikan bukanlah sebuah hal yang dapat diacuhkan begitu saja. Sebab, ketika pemerintah berupaya demikian, artinya terdapat kepentingan bersama yang mendesak agar dapat terselesaikan. Namun seolah mengabaikan, Manajemen PT PAMA tak satupun menyerahkan perwakilannya. Sontak, ini membuat Mahyunadi kecewa.
“Kita mempertanyakan kepada mereka PT PAMA, tapi tidak satupun Manajemen PT PAMA hadir pada hari ini dan saya yang mengundang kita ini mengundang menggunakan simbol negara menggunakan Garuda tetapi mereka tidak hadir,” tegasnya.
Di situasi yang diperlukannya diskusi seperti ini, mereka, PT PAMA mangkir. Ditekankan Mahyunadi bahwa PT PAMA “mencari makan” di Kutim, tapi belum mencerminkan simbiosis mutualisme yang baik bersama daerah dan pemerintah.
Dirinya belum bisa mengungkapkan pihak mana yang melanggar aturan atau pihak mana yang melebih-lebihkan. Mendengar dari dua sisi untuk menengahi masalah ini, dirasanya penting.
Mengesampingkan ego, Mahyunadi akan kembali memanggil PT PAMA untuk hadir dalam penjadwalan ulang pada 14 Mei mendatang. Apabila tak lagi mendapat respon dan absen kali berikutnya pohaknya tegas akan mendatangi PT PAMA di Jakarta.
“Bahkan kalau mau pakai jalur Presiden pun, ayo saja,” pungkasnya pantang menyerah. (SH)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7







