Bank Indonesia Balikpapan Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor lewat ISEF-TEI
Portalkaltim.com, Balikpapan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan (KPwBI Balikpapan) terus memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui perluasan akses pasar nasional maupun internasional. Upaya ini diwujudkan dengan mendukung pelaku usaha binaan mengikuti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 dan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada Oktober 2026.
Kedua ajang tersebut menjadi ruang strategis bagi UMKM daerah untuk memperkenalkan produk unggulan, memperluas jejaring bisnis, serta menjajaki peluang kerja sama dengan pembeli internasional. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan sektor riil dan membuka peluang penciptaan lapangan kerja.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa pengembangan UMKM dilakukan secara berkelanjutan melalui pendampingan dan perluasan pasar. Dalam keterangan di KPwBI Balikpapan, Selasa (20/10/2026), ia menegaskan, “Upaya tersebut dilakukan secara terintegrasi dan berkesinambungan melalui pengembangan kapasitas, pendampingan, promosi, serta perluasan akses pasar bagi UMKM binaan dan mitra.”
Pada ISEF 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center pada 14–18 Oktober, empat UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia Balikpapan memamerkan produk fesyen, makanan, dan minuman olahan. Rumah Ampiek dan HHarum juga menampilkan karya modest fashion yang mengangkat kekayaan budaya Kalimantan Timur melalui batik, tenun, serta ragam teknik tekstil.
Keikutsertaan tersebut menghasilkan penjualan langsung sebesar Rp80,54 juta. Rumah Ampiek mencatat Rp43,11 juta, HHarum Rp22,99 juta, Kampoeng Timoer Rp9,67 juta, dan Bungas Wedang Dayak Rp4,77 juta.
Sementara itu, tujuh UMKM mengikuti TEI 2026 di ICE BSD, Tangerang. Dari ajang ini, peserta menghimpun 12 Letter of Intent (LOI) dari pembeli internasional dengan perkiraan nilai transaksi Rp8,36 miliar. Libya menjadi negara tujuan dengan nilai LOI terbesar, sekitar Rp6,68 miliar.
Secara keseluruhan, partisipasi dalam ISEF dan TEI menghasilkan 14 LOI senilai Rp9,10 miliar serta tiga Purchase Order senilai Rp2,75 juta. Capaian ini memperlihatkan peluang produk daerah untuk menjangkau pasar lebih luas.
Robi menekankan pentingnya tindak lanjut agar penjajakan bisnis berujung pada transaksi nyata. “Melalui langkah yang terintegrasi dan berkelanjutan, KPwBI Balikpapan berharap capaian promosi dan penjajakan bisnis dapat mendorong realisasi transaksi ekspor secara nyata.”
Ke depan, KPwBI Balikpapan akan mendampingi UMKM dalam komunikasi dengan calon pembeli, pengiriman sampel, penyusunan penawaran harga, serta pemenuhan legalitas dan standar produk. Sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga juga akan diperkuat agar peluang ekspor berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan yang mendukung perekonomian daerah.(IM)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7






