Pemkab Kutai Timur Komitmen Tangani Isu Stunting dan Tingkatkan Kesmas
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berkomitmen untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat di berbagai aspek, mulai dari ekonomi, pendidikan, politik, hingga kesehatan.
Upaya ini dilakukan secara serius dan sinergis dengan program-program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Dalam wawancara bersama media, Pjs (Penanggung Jawab Sementara) Bupati Kutai Timur, Agus Hari Kesuma, menegaskan bahwa pemerintah sedang fokus pada penanganan fenomena stunting, yang menjadi salah satu prioritas nasional.
Menanggapi isu perbedaan data terkait stunting antara Dinas Kesehatan dan DKKBM (Dinas Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat), Agus menyebut hal itu lebih disebabkan oleh perbedaan persepsi, bukan fakta.
“Sebetulnya itu sama saja. Kita harus lihat siapa yang pertama mencatat. DPS (Data Pendukung Stunting) itu lebih paham karena memang mereka yang mencatat data tersebut. Kadang di lapangan, persepsi kita masih belum seragam soal apa yang dimaksud stunting,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agus menyebutkan bahwa berdasarkan data dari Dinas Sosial, kasus stunting di Kutai Timur saat ini sudah nol.
“Menurut Dinas Sosial, stunting di Kutim sudah selesai. Kalau target kita selesai di tahun tertentu, maka memang sudah selesai,” ungkapnya.
Namun, Agus juga menegaskan perlunya memahami lebih dalam penyebab stunting agar langkah pencegahan dapat dilakukan dengan tepat. Ia mencontohkan bahwa faktor seperti kegagalan teknologi bisa menjadi salah satu penyebabnya.
“Stunting bisa saja disebabkan oleh kegagalan teknologi. Misalnya, dampak radiasi. Itu bisa memicu stunting. Jadi kita harus lebih cermat memahami penyebabnya agar solusi yang diambil benar-benar efektif,” tutupnya.ADV
![]()









