Export Center Balikpapan Buka Akses UMKM Kaltim Tembus Pasar Ekspor
Portalkaltim.com, Balikpapan – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan memiliki peluang memperluas pasar hingga mancanegara melalui pendampingan Export Center Balikpapan. Fasilitas ini tidak hanya membantu pelaku usaha yang produknya telah siap ekspor, tetapi juga memberikan konsultasi dan edukasi bagi UMKM yang baru mulai mempersiapkan diri memasuki pasar internasional.
Layanan yang diberikan mencakup konsultasi mengenai kebutuhan serta persyaratan ekspor. Pelaku usaha juga dapat memperoleh informasi mengenai ketentuan negara tujuan, mengingat setiap pasar memiliki regulasi berbeda, baik berdasarkan wilayah maupun jenis produk yang akan dikirim.
Proses kurasi menjadi bagian penting sebelum sebuah produk diarahkan ke pasar ekspor. Tidak seluruh produk dapat langsung diekspor karena harus mempertimbangkan karakteristik, ketahanan, hingga masa kedaluwarsa. Produk basah, misalnya, dinilai lebih sulit dikirim ke pasar luar negeri, sementara produk dengan masa kedaluwarsa di bawah satu tahun juga relatif sulit dipasarkan untuk ekspor.
Selain konsultasi dan kurasi, Export Center Balikpapan menjalankan kegiatan business pitching untuk mempertemukan produk UMKM dengan calon pasar. Jaringan tersebut diperkuat melalui hubungan dengan 46 perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri yang tersebar di 33 negara.
Melalui komunikasi yang dilakukan secara intensif setiap bulan, Export Center menerima inquiry mengenai produk yang sedang dibutuhkan di negara tertentu. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mencari pelaku usaha di wilayah Kalimantan yang memiliki produk sesuai permintaan.
Export Center Balikpapan sendiri memiliki cakupan kerja seluruh wilayah Kalimantan. Secara nasional, terdapat empat Export Center, yakni Surabaya yang mencakup Jawa dan Bali, Makassar untuk kawasan Indonesia timur termasuk Papua, Balikpapan untuk Kalimantan, serta Batam yang menangani wilayah Sumatra.
Salah satu produk yang tengah dipersiapkan untuk ekspor ialah cocopeat dari Penajam. Produk berbahan dasar sabut kelapa yang dihancurkan tersebut diproses menjadi bentuk block dan digunakan sebagai media tanam.
Produk itu sebelumnya diperkenalkan melalui kegiatan launching dan dilanjutkan dengan pitching kepada pihak Taiwan. Dari proses tersebut, Export Center mempertemukan produk dengan buyer melalui business matching hingga menghasilkan kontrak pengiriman cocopeat block.
Permintaan dari buyer Taiwan bahkan mencapai lima kontainer cocopeat setiap bulan. Namun, kapasitas produksi UMKM saat ini baru sekitar satu kontainer per bulan, dengan bobot satu kontainer mencapai sekitar 20 ton.
Kondisi tersebut membuat Export Center Balikpapan mencari pelaku usaha lain yang menghasilkan produk sejenis. Produksi dari sejumlah UMKM nantinya dapat dihimpun dan digabungkan sehingga kapasitas pasokan meningkat serta peluang memenuhi permintaan ekspor dalam jumlah besar semakin terbuka.
Selain cocopeat, komoditas kakao dari Berau juga tengah memiliki peluang untuk masuk pasar Eropa. Produk berupa biji kakao tersebut disebut berpotensi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar Belanda.
Melalui pola pendampingan, kurasi, pitching, hingga business matching, Export Center Balikpapan berupaya menghubungkan kapasitas UMKM di Kalimantan dengan kebutuhan pasar global.
Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan skala produksi agar mampu memenuhi permintaan buyer luar negeri secara berkelanjutan.(IM)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7






