UMKT Pastikan Gratispol Berjalan Lancar, Kendala Dinilai Masih Wajar

Suasana aktivitas mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), salah satu perguruan tinggi penerima program Gratispol dari Pemprov Kaltim.

Portalkaltim.com, Samarinda – Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) memastikan proses pendaftaran hingga penyaluran bantuan pendidikan Gratispol berjalan tanpa kendala berarti.

Sebagai salah satu perguruan tinggi penerima program tersebut, UMKT menilai pelaksanaan Gratispol sejauh ini relatif lancar.

Kepala Humas UMKT Ade Ismail Ramadhan Hamid mengakui di tahap awal memang sempat ditemukan kendala teknis, khususnya dalam penggunaan laman pendaftaran. Namun hal tersebut dinilai wajar mengingat Gratispol merupakan program baru yang masih dalam tahap penyesuaian.

“Kalau masih ada sedikit kendala, itu kami masih memahami. Karena kan memang program baru,” ujar Ade, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, persoalan yang lebih banyak dihadapi UMKT justru berasal dari internal mahasiswa. Masih terdapat sejumlah mahasiswa yang belum mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan pendidikan Gratispol meskipun program tersebut sudah dibuka.

Untuk mengatasi hal itu, pihak kampus saat ini aktif menghimpun dan mengingatkan mahasiswa yang belum mendaftar melalui masing-masing program studi. Langkah ini dilakukan karena prodi dinilai lebih memahami kondisi dan kendala mahasiswa di lingkupnya.

Selain itu, UMKT juga menerima keluhan dari mahasiswa yang merasa belum menerima manfaat Gratispol meskipun namanya telah terdaftar.

Menanggapi hal tersebut, Ade menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah menyalurkan pembayaran bantuan pendidikan sejak Desember 2025 lalu.

“Kalau ada mahasiswa yang belum dapat, itu karena masih menunggu giliran. Karena ada banyak kan mahasiswa yang diurus. Tapi ini pasti kami selesaikan secara bertahap,” jelasnya.

Terkait adanya isu di perguruan tinggi lain yang ramai diperbincangkan di media sosial, seperti mahasiswa yang mengundurkan diri atau tidak mendaftar namun justru tercatat sebagai penerima bantuan, Ade menyebut pihaknya mengetahui ada satu hingga dua kasus serupa.

Namun hingga kini UMKT belum menerima laporan resmi sehingga belum dapat mendalami persoalan tersebut.

“Saat ini kami masih fokus untuk merangkul mahasiswa agar segera mendaftar. Apalagi program ini masih membuka pendaftaran hingga Februari,” tuturnya.

Ramainya isu pembatalan sepihak Gratispol yang didapat oleh mahasiswi berinisial A dari perguruan tinggi lain karena A merupakan mahasiswi eksekutif, Ade turut prihatin. Sebuah persoalan pada program baru mungkin saja bisa terjadi.

UMKT sendiri tidak memiliki sistem eksekutif seperti perguruan tinggi lain. Sistem tempatnya mengabdi saat ini hanya memiliki sistem reguler, sehingga tidak memiliki kasus serupa laiknya yang terjadi pada A.

“Kami hanya ada kelas reguler, yang berjalan normal seperti Senin sampai Jumat. Adapun Sabtu biasanya ada dosen yang mengganti saja. Kami tidak ada eksekutif,” pungkasnya. (SH)

Loading