PMI Kutim Siapkan Rp350 Juta untuk Anak Korban Banjir Aceh, 700 Paket School Kit Disalurkan
Portalkaltim.com, Kutai Timur — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai kurang lebih Rp329 juta, yang nantinya akan ditargetkan mencapai Rp350 juta kepada korban banjir di Aceh dan Sumatera dengan fokus utama pada sektor pendidikan pascabencana.
Bantuan tersebut merupakan hasil donasi yang dikumpulkan selama hampir satu bulan, mayoritas sumbangan berasal dari pelajar tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) di Kutim.
Ketua PMI Kutim, Kasmidi Bulang mengatakan total dana yang berhasil dikumpulkan hingga saat ini ialah mencapai Rp329.221.400 dan ditargetkan Rp350 juta sebelum diberangkatkan.
Dana tersebut akan digunakan dalam bentuk paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak banjir di Daerah Aceh Tamiang dan Aceh Timur.
“Alhamdulillah, donasi yang terkumpul hampir satu bulan ini mencapai Rp329 juta dan insyaallah akan kita genapkan menjadi Rp350 juta. Bantuan ini kami fokuskan untuk perlengkapan sekolah anak-anak korban bencana,” ujar Kasmidi Bulang pada konferensi pers di Kantor PMI Kutim pada Kamis (22/1/2025).

Kasmidi menjelaskan bahwa keputusan menyalurkan bantuan dalam bentuk school kit (perlengkapan sekolah) dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi pascabencana. Saat fase darurat, kebutuhan seperti pakaian dan selimut dinilai sudah banyak terpenuhi, sementara anak-anak mulai kembali bersekolah namun kekurangan perlengkapan belajar.
“Kita memilih pascabencana, karena sekarang anak-anak sudah mulai sekolah. Tujuannya supaya mereka bisa kembali belajar dengan layak. Fokus kita memang di pendidikan,” jelasnya.
Di sisi lain, Sekretaris PMI Kutim, Wilhemus Wio Doi, menambahkan bahwa total bantuan yang akan disalurkan mencapai 700 paket perlengkapan sekolah. Rinciannya, 307 paket untuk siswa SMA dan madrasah aliyah (MA), 197 paket untuk siswa SMP, serta 196 paket untuk siswa SD.
“Totalnya ada 700 paket school kit yang akan kita distribusikan ke dua kabupaten, yakni Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Semua paket saat ini sedang diproses oleh relawan PMI di Medan,” jelas Wilhemus di tempat yang sama.
Setiap paket berisi tas ransel dan perlengkapan sekolah seperti buku tulis, alat tulis, penggaris, busur, tumbler, hingga perlengkapan pendukung belajar lainnya. Pengadaan logistik dilakukan di Medan untuk memudahkan distribusi ke lokasi terdampak.
Tim PMI Kutim dijadwalkan berangkat pada 28 Januari mendatang melalui Medan dan melanjutkan perjalanan darat menuju Aceh. Penyerahan bantuan direncanakan dilakukan langsung ke sekolah-sekolah pada 29 Januari 2026, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan PMI setempat.
Selain itu, pada kegiatan organisasi kemanusiaan ini PMI Kutim juga melibatkan perwakilan pelajar SMP dan SMA yang ada di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan sebagai bentuk edukasi empati dan pembelajaran langsung tentang nilai kemanusiaan.
Namun, keterlibatan pelajar SD tidak dilibatkan karena mempertimbangkan jarak tempuh dan kondisi fisik perjalanan.
“Kami ingin anak-anak ini merasakan langsung, belajar tentang empati dan berbagi. Tapi untuk SD kita tunda dulu karena perjalanan cukup jauh dan melelahkan,” ucap Kasmidi.
Ia menegaskan, seluruh biaya perjalanan dan operasional tim PMI tidak menggunakan dana donasi masyarakat. Donasi yang terkumpul sepenuhnya disalurkan untuk korban bencana.
Selain bantuan perlengkapan sekolah, PMI Kutim juga menerima dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berupa 130 mushaf Al-Qur’an untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan ibadah masyarakat terdampak.
![]()










