Dari Posyandu hingga Program Susu Gratis, Upaya Dinkes Kutim Tekan Stunting
Portalkaltim.com, Kutai Timur — Upaya penanganan stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus didorong oleh sejumlah program yang tidak hanya dituangkan di atas kertas. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutim terus mendorong pendekatan langsung ke masyarakat, mulai dari penguatan Posyandu hingga pelaksanaan program unggulan pemberian susu dan buah gratis yang digagas Bupati Kutim.
Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar di lapangan adalah rendahnya partisipasi sang ibu membawa bayi dan balita ke Posyandu.
Padahal, penimbangan dan pengukuran rutin menjadi kunci awal untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan anak, termasuk stunting.
“Jumlah ibu-ibu yang membawa bayinya ke Posyandu masih kurang, masih jauh dari harapan kita,” ujar Yuwana saat diwawancarai, Jumat (16/1/2026).
Yuwana menjelaskan, rendahnya kunjungan Posyandu disebabkan berbagai faktor. Mulai dari kesibukan orang tua yang bekerja, hingga adanya rasa malu ketika anaknya dinilai mengalami masalah gizi.
Kondisi tersebut justru membuat sebagian orang tua enggan kembali ke Posyandu, sehingga anak kehilangan pemantauan kesehatan secara berkala.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Kesehatan Kutim mendorong inovasi layanan berbasis jemput bola melalui penguatan Dasawisma. Dasawisma merupakan unit kegiatan masyarakat yang mencakup sekitar 10 rumah tangga, dengan kader yang berperan melakukan pendekatan langsung ke keluarga.
“Melalui Dasawisma, kader akan mendatangi rumah-rumah, menanyakan kenapa ibu tidak datang ke Posyandu, lalu melakukan pendekatan dan membujuk agar mau kembali memeriksakan anaknya,” jelasnya.
Selain itu, Dinkes juga mendorong agar Posyandu dibuat lebih ramah dan menarik bagi anak-anak. Kehadiran mainan, suasana yang menyenangkan, hingga aktivitas pendukung lainnya diharapkan mampu membuat anak tidak takut dan ibu merasa nyaman membawa anaknya ke Posyandu.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim turut menjalankan program unggulan di bidang kesehatan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Salah satunya adalah program pemberian susu dan buah gratis bagi anak sekolah serta ibu hamil, yang masuk dalam 50 program unggulan Bupati Kutim.
“Program ini tidak hanya bersifat pencegahan, tetapi juga bagian dari intervensi. Ada susu untuk anak sekolah melalui Gerimis (Gerakan Minum Susu), dan ada juga pangan olahan khusus untuk anak-anak dengan kondisi gizi bermasalah,” terangnya.
Program Gerimis menyasar anak-anak tingkat SD, SMP, serta TK dan PAUD, dengan pemberian susu dilakukan secara rutin setiap minggu. Penyaluran dilakukan langsung ke sekolah-sekolah, dengan harapan konsumsi susu benar-benar tepat sasaran.
“Yang penting diminum oleh anaknya sesuai sasaran. Jangan sampai justru diminum oleh orang tuanya,” jelasnya.
Selain itu, Yuwana menegaskan bahwa pelaksanaan program ini dilakukan secara kolaboratif antara Dinkes dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), khususnya untuk keluarga berisiko stunting.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi menyeluruh pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di Kutim, baik dari sisi pencegahan maupun penanganan langsung di lapangan.
Dengan kombinasi penguatan Posyandu, pendekatan sosial melalui Dasawisma, serta dukungan program unggulan daerah, Pemkab Kutim berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. (TS)
![]()










