Dishub Fokus pada Tahap “Balikpapan Lancar” Mulai 2026: Perkuat Marka, CCTV, dan Sistem Keselamatan Kota
Portalkaltim.com, Balikpapan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan memastikan akan mulai mengalihkan fokus program kerja pada tahun anggaran 2026, dengan memprioritaskan pengembangan tahap kedua dari konsep besar pembenahan transportasi kota, yakni “Balikpapan Lancar.”
Program ini menjadi kelanjutan dari tahapan sebelumnya, “Balikpapan Terang,” yang selama beberapa tahun terakhir menekankan pemerataan dan peningkatan fasilitas penerangan jalan.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menegaskan bahwa pergeseran prioritas tersebut merupakan bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan terbaru masyarakat, sekaligus tindak lanjut arahan dari Wali Kota Balikpapan.
Menurutnya, kondisi lalu lintas kota yang semakin kompleks menuntut hadirnya teknologi pemantauan yang lebih modern, fasilitas keselamatan yang lebih lengkap, serta penataan marka yang lebih terstandar.
“Di anggaran perubahan 2026 nanti, Dishub sudah tidak lagi berfokus kepada penerangan jalan atau lampu-lampu jalan. Karena sistem yang akan kita bangun adalah Balikpapan Terang dan juga Balikpapan Lancar,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Fadli menjelaskan, tahap kedua — Balikpapan Lancar — akan menjadi fokus utama program Dishub mulai pembahasan anggaran perubahan 2026 hingga APBD 2027. Tahapan ini mencakup sejumlah kegiatan strategis untuk meningkatkan kelancaran arus kendaraan, mengurangi titik kemacetan, dan memperkuat keselamatan publik di berbagai ruas jalan kota.
“Jadi kita akan masuk ke skema kedua, yaitu Balikpapan Lancar. Sehingga di 2026 nanti dalam perubahan dan di anggaran 2027, kami akan fokus pada kegiatan-kegiatan seperti penambahan CCTV, persiapan serta perbaikan marka-marka jalan, dan juga sosialisasi. Semua ini mendapatkan perhatian dan dukungan dari Bapak Wali Kota Balikpapan,” jelasnya.
Menurut Fadli, modernisasi sistem pemantauan lalu lintas menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak. Banyak kawasan di Balikpapan, terutama yang memiliki volume kendaraan tinggi, membutuhkan penambahan kamera CCTV untuk memantau kondisi jalan secara real time dan mendukung upaya penegakan hukum lalu lintas.
Selain itu, sejumlah titik rawan kecelakaan membutuhkan perbaikan tata marka dan peningkatan fasilitas keselamatan agar pengguna jalan lebih terlindungi. Dishub mencatat bahwa sebagian marka jalan sudah mengalami penurunan visibilitas akibat usia pemakaian maupun peningkatan intensitas lalu lintas.
“Ini menjadi salah satu program yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Balikpapan untuk saat ini, terutama terkait keselamatan jalan. Perbaikan marka, penambahan CCTV, hingga peningkatan sistem monitoring adalah kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” tegasnya.
Fadli menambahkan, perubahan kebijakan ini sejalan dengan strategi Pemerintah Kota Balikpapan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan publik yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga.
Pasalnya, pertumbuhan kota yang semakin pesat membutuhkan sistem mobilitas yang lebih efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan prioritas baru tersebut, Dishub berharap masyarakat dapat merasakan dampak nyata berupa perjalanan yang lebih aman, waktu tempuh yang lebih efisien, serta pengurangan titik rawan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan harian para pengguna jalan.
“Program-program ini tidak hanya meningkatkan aspek teknis keselamatan dan kelancaran, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kota. Mobilitas yang lancar akan berdampak langsung pada efisiensi kegiatan masyarakat maupun dunia usaha,” kata Fadli.
Transformasi menuju tahap Balikpapan Lancar menjadi bagian dari visi jangka panjang Dishub dalam menyempurnakan tata kelola transportasi kota berbasis teknologi dan keselamatan.
Setelah tahap Balikpapan Terang memastikan area kota memiliki pencahayaan yang memadai, tahap berikutnya diharapkan mampu membangun fondasi mobilitas yang lebih tertata, modern, dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan transportasi kota terus mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. Balikpapan harus siap menghadapi pertumbuhan mobilitas yang semakin tinggi di masa yang akan datang,” pungkas Fadli.
Dengan beralihnya fokus pada tahap Balikpapan Lancar, Pemkot Balikpapan berharap transformasi besar dalam sistem transportasi kota dapat tercapai, sehingga Balikpapan menjadi kota yang tidak hanya terang, tetapi juga benar-benar lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya.ADV
![]()










