Dishub Balikpapan Siapkan Peningkatan Rambu, Marka Jalan, dan PJU Demi Keselamatan Lalu Lintas 2026
Portalkaltim.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus berupaya meningkatkan kualitas keselamatan dan kenyamanan berlalu lintas di seluruh wilayah kota.
Salah satu fokus utama yang kini menjadi perhatian adalah kondisi rambu jalan, marka jalan, serta lampu penerangan jalan umum (PJU) yang dinilai perlu diperkuat, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan pertumbuhan mobilitas yang cukup signifikan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa kondisi rambu dan marka jalan di sejumlah ruas masih memerlukan pembaruan dan penambahan.
Menurutnya, sebagian fasilitas tersebut mulai mengalami penurunan fungsi, baik karena usia material, perubahan arus lalu lintas, maupun adanya pelebaran jalan dan pembangunan infrastruktur baru.
“Kalau kita lihat kondisi di lapangan, memang ada beberapa titik yang rambunya sudah tidak terbaca jelas, marka jalan mulai memudar, dan ada PJU yang harus diganti karena sudah melewati masa pakai. Ini menjadi fokus kami menjelang 2026, karena keselamatan pengguna jalan harus tetap terjamin,” kata Fadli.
Ia menyebutkan bahwa Dishub telah melakukan pemetaan terhadap ruas-ruas yang membutuhkan perhatian khusus. Beberapa lokasi yang paling sering dikeluhkan warga antara lain kawasan Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah, dan wilayah ring road yang pada malam hari masih ditemukan titik gelap.
Fadli mengungkapkan bahwa untuk tahun 2026, Dishub Balikpapan telah memasukkan program peningkatan rambu, marka, dan lampu penerangan ke dalam prioritas anggaran. Program ini akan berfokus pada dua hal: pemeliharaan intensif dan penambahan fasilitas baru.
“Untuk rambu dan marka, kami sudah menyiapkan rencana repainting atau pengecatan ulang pada sejumlah titik yang memudar. Selain itu, ada juga rencana pemasangan rambu baru, terutama di kawasan yang berkembang seperti daerah pemukiman baru, kawasan pendidikan, dan area komersial,” ungkapnya.
Sementara untuk PJU, Dishub akan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum serta pihak kecamatan untuk memastikan titik-titik gelap dapat dikurangi. Fadli menegaskan pentingnya penerangan sebagai unsur keselamatan yang seringkali dianggap sederhana namun berdampak besar.
“Lampu penerangan sangat penting untuk mengurangi potensi kecelakaan, terutama di daerah tanjakan, tikungan, dan ruas dengan kecepatan tinggi. Tahun depan, kami akan fokus menambah PJU di ruas-ruas prioritas yang sudah dipetakan,” jelasnya.
Balikpapan sebagai kota transit menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini mengalami peningkatan volume kendaraan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini mendorong Dishub untuk menyesuaikan kebutuhan fasilitas lalu lintas, terutama di jalur-jalur alternatif dan kawasan rawan kecelakaan.
Beberapa titik yang disebut menjadi prioritas peningkatan fasilitas meliputi Jalan MT Haryono, Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Balikpapan Baru, serta jalur menuju Kilometer 13 yang menjadi akses penting mobilitas penyangga IKN.
“Kami menyesuaikan dengan perkembangan kota. Saat ini Balikpapan tidak hanya menjadi daerah tujuan, tetapi juga gerbang menuju IKN. Oleh karena itu, rambu dan marka harus benar-benar memadai agar arus kendaraan tetap tertib dan aman,” ujar Fadli.
Meskipun rencana peningkatan fasilitas sudah disusun, Fadli mengakui bahwa Dishub masih menghadapi tantangan dari segi anggaran. Mengingat luasnya wilayah yang harus ditangani serta meningkatnya kebutuhan fasilitas baru, Dishub harus memprioritaskan titik-titik yang dianggap paling urgent.
“Kami memang harus menyusun skala prioritas. Tidak semua titik bisa langsung ditangani sekaligus, tetapi ruas yang memiliki tingkat risiko tinggi akan menjadi fokus utama. Ini agar anggaran yang ada bisa benar-benar efektif,” ujarnya.
Untuk efisiensi, Dishub juga mendorong penggunaan material yang lebih tahan lama, termasuk cat marka jalan yang berstandar tinggi agar tidak cepat memudar ketika sering dilalui kendaraan berat. Selain itu, pemanfaatan PJU berbasis LED juga terus diperluas untuk mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang.
Fadli menekankan bahwa keberhasilan peningkatan fasilitas lalu lintas tidak dapat dilakukan oleh Dishub semata. Peran masyarakat dinilai sangat penting, terutama melalui laporan langsung ketika menemukan rambu rusak, marka hilang, atau lampu PJU yang mati.
“Kami terbuka terhadap laporan masyarakat. Melalui kanal pengaduan seperti aplikasi dan media sosial resmi Dishub, warga dapat melaporkan titik-titik tertentu. Ini sangat membantu kami dalam melakukan pemantauan cepat,” katanya.
Menurutnya, laporan masyarakat merupakan salah satu cara paling efektif dalam mempercepat respons teknis Dishub, mengingat keterbatasan personel yang tidak dapat mengawasi seluruh wilayah setiap hari.
Menutup keterangannya, Fadli menegaskan bahwa peningkatan fasilitas rambu, marka, dan PJU bukan hanya soal estetika, tetapi merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan warga Balikpapan di jalan raya.
“Pada akhirnya, tujuan kami jelas: menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, nyaman, dan tertib bagi semua. Tahun 2026 akan kami jadikan momentum untuk memperkuat upaya ini,” pungkasnya.ADV
![]()










