DPRD Kutim Serukan Evaluasi Kinerja Dinas yang Lamban Serap Anggaran

Portalkaltim.com, Kutai Timur – DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menyoroti lambannya penyerapan anggaran di sejumlah dinas yang dinilai berpotensi menimbulkan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) dalam jumlah besar pada akhir tahun. Kondisi ini dianggap perlu segera mendapat perhatian serius karena dapat berdampak langsung terhadap kelancaran program pembangunan yang telah direncanakan dalam APBD.

Anggota Komisi D DPRD Kutim, Ramadhani, menjelaskan bahwa penyerapan anggaran seharusnya dapat berjalan lebih optimal mengingat berbagai program pembangunan telah disusun secara matang sejak awal tahun. Namun, kenyataannya masih banyak kegiatan yang tertunda hanya karena hambatan teknis di internal dinas.

“Kami sudah beri toleransi, tapi kalau sampai tidak mampu, berarti perlu dievaluasi. Jangan sampai program tertahan hanya karena alasan teknis,” ujar Ramadhani kepada awak media.

Ia menyoroti salah satu kendala utama yang menyebabkan lambatnya progres penyerapan anggaran, yaitu minimnya tenaga ahli bersertifikat di masing-masing dinas. Menurutnya, kemampuan dinas untuk mengeksekusi pekerjaan menjadi tidak sebanding dengan besarnya jumlah paket kegiatan.

“Masing-masing dinas hanya bisa kirim sepuluh orang untuk sertifikasi, padahal paket pekerjaan ribuan. Itu jelas tidak realistis,” katanya.

DPRD kemudian memberikan saran agar mekanisme pengendalian proses tidak hanya terpusat, melainkan dikembalikan ke dinas masing-masing agar pelaksanaan kegiatan bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

“Kalau dikendalikan pusat, pasti lambat. Kami minta proses diserahkan ke dinas agar fleksibel dan efisien,” jelasnya.

Ramadhani menegaskan bahwa DPRD siap mengawal seluruh kebijakan tersebut dan meminta transparansi dalam setiap tahapan penggunaan anggaran. Ia menambahkan bahwa percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

“Anggaran itu uang rakyat. Maka, setiap rupiah harus kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan yang nyata,” pungkasnya. (TS/ADV)

Loading