Sekolah Kayu di Sandaran Jadi Sorotan DPRD Kutim, Perlu Perhatian Lebih dari Pemerintah

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah terpencil Kutai Timur masih dihadapkan pada tantangan besar, terutama yang berkaitan dengan kondisi sarana dan prasarana sekolah dasar yang dinilai belum memadai.

Di sejumlah daerah pesisir maupun pedalaman, bangunan sekolah masih menggunakan material kayu seadanya, yang sebenarnya sudah tidak lagi memenuhi standar keselamatan maupun kenyamanan bagi proses belajar mengajar.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur Aldriansyah menyoroti kondisi pendidikan dasar di wilayah Kecamatan Sandaran yang dinilai membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah agar pemerataan mutu pendidikan dapat tercapai.

“Untuk pendidikan masih ada sekolah dasar yang bangunannya terbuat dari kayu terutama di Desa Tadoan Kecamatan Sandaran,” ujar Aldriansyah.

Ia menjelaskan bahwa sulitnya akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala utama dalam proses pembangunan dan rehabilitasi sekolah karena beberapa proyek tender tidak diminati oleh kontraktor akibat medan yang sulit dijangkau.

“Karena aksesnya sulit kadang tender pembangunan tidak diminati kontraktor,” jelasnya.

Menurut Aldriansyah, sekolah-sekolah di wilayah terpencil seperti ini seharusnya mendapat prioritas anggaran dan dukungan logistik yang memadai agar anak-anak di daerah pesisir tidak tertinggal dari sisi fasilitas maupun kualitas pendidikan.

Ia menegaskan bahwa sekolah-sekolah di wilayah tersebut memang membutuhkan perhatian yang lebih serius.

Ia berharap dinas terkait dapat meninjau secara langsung kondisi lapangan dan mencari solusi efektif untuk mempercepat pembangunan sarana pendidikan dasar di desa-desa terpencil, sehingga generasi muda Kutai Timur dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman serta layak. (SH/ADV)

Loading