Jimmi Harap Dana RT Jadi Pemicu Pembangunan Partisipatif di Tingkat Warga
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Semangat membangun dari bawah menjadi napas utama program Bantuan Keuangan Khusus Desa (Bankeukusdes) atau dana RT yang kini mulai bergulir di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Masyarakat tak perlu lagi khawatir kapan dan bagaimana bantuan pada mereka sampai. Sebab, para ketua RT langsung memgambil tindakan yang sesuai dengan wilayah kerjanya. Tak lagi terjadi ketimpangan.
Ketua RT menjadi perangkat pemerintahan yang paling mengetahui benar kondisi tempatnya bertugas. Tak jarang, secuil masalah masyarakat pun diketahui para ketua RT. Sehingga, lahirlah sebuah program paling menyentuh di Kutai Timur itu.
Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat dan penguatan kolaborasi di tingkat paling dasar pemerintahan.
Dalam arahannya, Jimmi menyampaikan bahwa pemerintah daerah menaruh harapan besar terhadap keberhasilan program ini sebagai wadah bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan di lingkungannya.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap program dana RT Rp250 juta per RT ini dapat menjadi sarana pemberdayaan warga, memperkuat kolaborasi antara RT, desa, dan BPD, serta mendorong pembangunan yang lebih partisipatif di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara RT, desa, dan BPD menjadi elemen penting dalam menjaga agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa partisipasi warga dalam musyawarah dan pelaksanaan kegiatan akan memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang dicapai.
Jimmi optimistis, dengan pengelolaan yang transparan dan kolaborasi yang kuat, program dana RT akan menjadi salah satu tonggak perubahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemandirian desa di Kutai Timur.(SH/ADV)
![]()










