Menjaga Harapan di Tengah Hutan: Nanas Batu Ampar Menunggu Legalisasi

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Di antara hamparan hijau hutan tanaman industri (HTI) di Batu Ampar, tumbuh kebun-kebun nanas yang menjadi tumpuan hidup ratusan warga Desa Himba Lestari.

Dari tanah subur di balik pepohonan besar, buah nanas yang manis dan beraroma tajam itu menjadi simbol ketekunan dan harapan masyarakat yang menggantungkan nasibnya pada alam. Namun di balik hasil yang menjanjikan, kebun ini masih menyimpan persoalan hukum lahan yang perlu segera diselesaikan.

Camat Batu Ampar, Suriansyah, menjelaskan bahwa sebagian besar lahan perkebunan nanas yang menjadi komoditas utama masyarakat masih berada dalam kawasan hutan HTI.

Situasi ini menjadikan pengelolaan kebun belum memiliki dasar legal yang kuat. Meski demikian, masyarakat tetap berusaha mengolah tanahnya secara lestari, tanpa merusak kawasan hutan yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.

“Kendati demikian, lahan kebun nanas yang menjadi komoditas utama masyarakat masih berada dalam kawasan hutan HTI. Pemerintah kecamatan mendorong kerja sama dengan pihak perusahaan melalui program Bina Desa Hutan agar kebun nanas dapat diakomodasi secara legal,” ujar Suriansyah.

Ia menegaskan, solusi terbaik adalah membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan pengelola hutan. Melalui program Bina Desa Hutan, masyarakat diharapkan tetap bisa berproduksi tanpa melanggar aturan kehutanan, sekaligus memperoleh perlindungan hukum atas lahan yang mereka garap selama bertahun-tahun.

Suriansyah optimistis, dengan pendekatan partisipatif dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, potensi ekonomi berbasis hutan seperti kebun nanas dapat menjadi kekuatan baru bagi Batu Ampar. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan teknis dan pembinaan agar hasil produksi nanas bisa ditingkatkan ke arah yang lebih komersial.

Di tengah hutan yang seolah tak berujung, kebun nanas Himba Lestari tumbuh menjadi simbol keteguhan warga untuk terus bertahan dan berkembang. Mereka tidak sekadar menanam buah, tetapi menanam harapan akan legalitas dan kesejahteraan yang hakiki(SH/ADV).

Loading