Empat Festival Budaya Tetap Digelar di Tengah Efisiensi Anggaran, Bukti Komitmen Kutim Jaga Kreativitas Daerah

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Di tengah keterbatasan anggaran, semangat pelestarian budaya di Kutai Timur tak pernah padam. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetap menyalakan lentera kreativitas lewat empat festival besar yang akan digelar sepanjang tahun ini.

Meski sejumlah kegiatan harus ditunda, denyut seni dan kebudayaan di bumi Tuah Etam tetap hidup dan bergaung dengan penuh semangat.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Padliyansyah, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak menjadi alasan untuk menghentikan ruang berekspresi bagi pelaku seni.

Ia memastikan bahwa program prioritas tetap dijalankan demi menjaga kesinambungan kegiatan kebudayaan yang sudah menjadi bagian penting dari identitas daerah.

“Tahun ini bidang kebudayaan mengalami efisiensi anggaran sehingga beberapa festival ditunda,” ujar Padliyansyah.

Meski demikian, ia memastikan empat kegiatan utama tetap berjalan sesuai jadwal. Keempatnya adalah Festival Magic Land, Festival Seni Budaya, Festival Musik Anti Narkoba, dan Pameran Sejarah Nabi Muhammad SAW yang rencananya akan digelar di Islamic Center Sangatta.

Masing-masing kegiatan membawa tema dan tujuan berbeda, namun memiliki benang merah yang sama: memperkuat karakter masyarakat Kutai Timur melalui seni dan budaya.

“Namun, empat kegiatan utama tetap berjalan, yaitu Festival Magic Land, Festival Seni Budaya, Festival Musik Anti Narkoba, dan Pameran Sejarah Nabi Muhammad SAW yang akan digelar di Islamic Center Sangatta,” jelasnya.

Padliyansyah menambahkan bahwa meskipun kondisi keuangan daerah menuntut efisiensi, pemerintah tetap berkomitmen memberikan ruang bagi seniman, pelajar, dan masyarakat untuk menyalurkan ekspresi budaya mereka.

Setiap kegiatan juga dirancang agar berdampak langsung pada penguatan nilai-nilai sosial dan moral di tengah masyarakat.

Kutim kembali membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi kreativitas. Empat festival ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol keteguhan daerah dalam menjaga warisan budaya di tengah tantangan zaman(SH/ADV).

Loading