Program Air Bersih Jadi Wujud Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Risiko Stunting di Kutim
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat langkah nyata dalam menurunkan angka stunting dengan mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu fokus utama adalah penyediaan akses air bersih melalui program strategis Satu Desa Satu Jaringan Air Bersih yang disusun berdasarkan data Keluarga Risiko Stunting atau KRS.
Program ini menjadi bukti bahwa penanganan stunting tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga pada perbaikan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kutai Timur Achmad Junaidi menjelaskan bahwa kebutuhan air bersih menjadi faktor penting dalam mencegah stunting terutama di wilayah pedesaan yang masih bergantung pada air sungai atau sumur.
“Terkait penggunaan air bersih di desa-desa yang masih menggunakan air sungai atau sumur pemerintah Kutim memiliki program Satu Desa Satu Jaringan Air Bersih,” ujar Achmad Junaidi.
Ia menegaskan bahwa program tersebut disusun dengan memanfaatkan data keluarga berisiko agar setiap pembangunan jaringan air bersih benar-benar tepat sasaran.
“Program ini disusun berdasarkan prioritas data KRS contohnya Desa Sangatta Utara menjadi prioritas karena memiliki 1.737 keluarga berisiko,” jelasnya.
Setelah jaringan air bersih masuk PDAM akan melakukan pemasangan sambungan rumah secara gratis bagi keluarga yang telah terdata dalam sistem KRS sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Setelah jaringan air bersih masuk PDAM akan memasang sambungan rumah secara gratis bagi keluarga yang terdata,” tegasnya.
Selain dukungan dari PDAM pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan dana desa dan program SPAM Desa untuk mempercepat penyediaan air bersih di seluruh wilayah Kutai Timur.
“Dana desa dan program SPAM Desa juga dapat digunakan untuk mendukung penyediaan air bersih semua rencana pembangunan akan disusun berdasarkan data KRS agar tepat sasaran,” ujarnya.
Melalui sinergi antar-OPD dan dukungan sumber pendanaan desa pemerintah Kutai Timur berkomitmen menjadikan akses air bersih sebagai langkah strategis dalam membangun lingkungan sehat dan menurunkan risiko stunting secara berkelanjutan. (SH/ADV)
![]()










