DPPKB Kutim dan Dinas Sosial Kolaborasi Gunakan Data Kemiskinan Ekstrem untuk Tekan Stunting

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kutai Timur kini semakin terarah dengan adanya sinergi kuat antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DPPKB dengan Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya pendekatan berbasis data terpadu untuk memastikan setiap intervensi yang dilakukan benar-benar menyentuh kebutuhan keluarga berisiko di lapangan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kutai Timur Achmad Junaidi menjelaskan bahwa data Keluarga Risiko Stunting atau KRS kini disandingkan dengan data kemiskinan ekstrem yang dikelola Dinas Sosial.

“Dalam penanganan keluarga berisiko stunting DPPKB berkolaborasi dengan Dinas Sosial dan BPS,” ujar Achmad Junaidi.

Ia menjelaskan bahwa proses penyandingan data ini bertujuan menemukan irisan antara keluarga berisiko stunting dan keluarga miskin ekstrem agar bantuan dan program intervensi dapat diberikan sesuai kebutuhan spesifik masing-masing keluarga.

“Data KRS disandingkan dengan data kemiskinan ekstrem Desil satu sampai empat milik Dinas Sosial jika ditemukan nama yang sama maka intervensinya dilakukan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Bila keluarga tersebut menghadapi persoalan ekonomi Dinas Sosial akan memberikan bantuan sosial sementara jika kendalanya ada pada pendidikan maka Dinas Pendidikan akan membuka akses melalui program Paket A B atau C.

“Misalnya bila keluarga tersebut berpenghasilan rendah Dinas Sosial memberikan bantuan sosial bila masalahnya pendidikan Dinas Pendidikan memberikan akses Paket A B atau C bila butuh pekerjaan Dinas Tenaga Kerja memberi pelatihan dan penempatan kerja,” tegasnya.

Melalui pendekatan ini program 50.000 tenaga kerja dari Bupati Kutai Timur juga diarahkan agar menyasar keluarga berisiko stunting terutama di wilayah sekitar perusahaan sehingga pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya penurunan stunting.

Kolaborasi lintas sektor berbasis data ini menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem perlindungan sosial yang tepat sasaran di Kutai Timur demi mewujudkan keluarga sehat produktif dan mandiri. (SH/ADV)

Loading