Puskesmas Ingatkan Fogging Bukan Solusi Utama jika Jentik Masih Banyak

Portalkaltim.com, Balikpapan – Puskesmas Prapatan kembali menegaskan bahwa fogging atau biasa dikenal dengan proses pengasapan menggunakan mesin khusus yang menyemprotkan insektisida bukan langkah utama dalam pencegahan DBD. Hal itu disampaikan saat kegiatan PSN yang dilakukan bersama kader Posyandu di Kelurahan Prapatan.

Menurut petugas, penggunaan fogging sering disalahpahami masyarakat sebagai solusi cepat membasmi nyamuk penyebab penyakit. Padahal, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa.

Kepala Puskesmas Prapatan, dr. Tien Fatimatuzzahra, mengatakan bahwa fogging ibarat “obat nyamuk raksasa”.

“Asapnya hanya bekerja saat itu saja. Begitu hilang, jentik tetap hidup dan akan tumbuh menjadi nyamuk baru,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa permintaan fogging biasanya meningkat saat ada laporan kasus demam yang dicurigai sebagai DBD.

“Namun tanpa upaya PSN, fogging tidak memberikan hasil jangka panjang,” tegasnya.

Selain terbatas secara efektivitas, fogging juga memerlukan biaya besar dan tidak bisa dilakukan berulang tanpa alasan medis yang kuat. Hal ini menjadi pertimbangan utama mengapa PSN harus menjadi prioritas.

Dalam kegiatan PSN, petugas menemukan banyak rumah yang masih memiliki jentik, sehingga fogging tidak disarankan sebelum jentik diberantas.

“Kalau jentik masih banyak, fogging hanya membuang biaya,” tegas dr. Tien.

Masyarakat diminta lebih fokus pada tindakan 3M plus, yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas, ditambah mencegah perkembangbiakan nyamuk melalui pemeriksaan rutin.

“Kita berharap warga semakin sadar bahwa kunci utama pencegahan DBD bukan pada fogging, melainkan pada kesadaran menjaga lingkungan bebas jentik,” tandasnya.ADV

Loading