Dishub Balikpapan Akui Keterbatasan Personel: Optimalisasi Kinerja dan Teknologi Jadi Solusi
Portalkaltim.com, Balikpapan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan terus menghadapi tantangan operasional dalam pengelolaan lalu lintas dan pelayanan transportasi. Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian adalah keterbatasan jumlah personel lapangan, yang dinilai masih belum sepenuhnya ideal untuk menjawab kebutuhan pengawasan mobilitas kota yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, saat menjawab pertanyaan media terkait kesiapan personel dishub di lapangan.
Menurut Fadli, jumlah tenaga pengawas dan petugas operasional Dishub Balikpapan saat ini masih harus dibagi ke berbagai titik strategis, sehingga tidak semua titik rawan lalu lintas bisa mendapatkan pengawalan penuh selama 24 jam. Pertumbuhan aktivitas masyarakat, peningkatan volume kendaraan, serta persiapan Balikpapan sebagai beranda Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat kebutuhan personel semakin meningkat setiap tahun.
“Jumlah personel yang kita miliki saat ini masih harus diakui belum sepenuhnya ideal untuk menjawab seluruh kebutuhan operasional di lapangan. Petugas harus kami bagi dalam sejumlah zona dan titik pengawasan, sementara dinamika lalu lintas berkembang sangat cepat,” jelas Fadli.
Ia menuturkan bahwa saat ini Dishub Balikpapan memiliki struktur pembagian wilayah melalui beberapa unit operasional yang bertugas mengatur kelancaran lalu lintas, penataan parkir, pengujian kendaraan, serta pembinaan sektor transportasi. Namun, karena keterbatasan jumlah anggota, penempatan personel harus dilakukan berdasarkan skala prioritas.
“Kami harus melakukan pemetaan prioritas, karena memang tidak memungkinkan menempatkan personel di semua lokasi secara bersamaan. Titik-titik yang memiliki risiko kepadatan tinggi dan lokasi strategis menjadi fokus utama,” tambahnya.
Seiring meningkatnya beban kerja, Dishub Balikpapan menyiasati kekurangan personel dengan penguatan sistem digital dan teknologi transportasi, termasuk pemanfaatan CCTV, sistem B-Connect, ATCS, dan perangkat monitoring berbasis online. Langkah ini dinilai efektif untuk meningkatkan efisiensi pengawasan, meski tetap membutuhkan dukungan kelengkapan personel di lapangan.
“Pemanfaatan teknologi menjadi strategi untuk mengisi celah yang tidak terjangkau secara fisik oleh personel. Sistem digital sangat membantu dalam pemantauan dan pengambilan keputusan cepat, terutama saat terjadi insiden di jalan,” tegasnya.
Meski demikian, Fadli menegaskan bahwa keberadaan teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran personel lapangan, terutama dalam tindakan langsung, penertiban, dan interaksi dengan masyarakat serta pengemudi.
“Teknologi membantu, tetapi manusia tetap menjadi faktor utama. Penegakan aturan, pengamanan titik rawan, dan komunikasi sosial dengan masyarakat tetap membutuhkan kehadiran petugas,” ujarnya.
Terkait rencana penambahan personel baru, Dishub Balikpapan telah menyampaikan evaluasi kebutuhan sumber daya manusia kepada Pemerintah Kota Balikpapan sebagai dasar pertimbangan dalam penyusunan kebijakan kepegawaian.
“Kami sudah mengajukan kebutuhan tambahan personel untuk beberapa unit operasional. Harapan kami, penguatan SDM ini bisa menjadi prioritas karena beban pelayanan publik terus meningkat,” kata Fadli.
Selain rekrutmen, Dishub juga mengoptimalkan pelatihan peningkatan kapasitas bagi personel yang ada saat ini, terutama di bidang rekayasa lalu lintas, pengaturan di titik-titik krusial, serta pengoperasian perangkat digital dan smart mobility.
Dalam kesempatan yang sama, Fadli mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga kelancaran lalu lintas dengan cara menaati aturan berkendara, mematuhi rambu, dan mengurangi pelanggaran yang menjadi faktor penyebab kemacetan dan kecelakaan.
“Sebagus apa pun teknologi dan sekuat apa pun personel yang kami siapkan, hasilnya tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Mobilitas kota adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.
Dengan tantangan yang ada, Dishub Balikpapan berkomitmen terus memperkuat pelayanan transportasi melalui kombinasi penguatan SDM, digitalisasi teknologi, dan kerja sama multisektor, agar sistem mobilitas kota semakin modern, tertib, dan efisien.ADV
![]()










