Balikpapan Perkuat Zona Selamat Sekolah, Tambah 10 ZoSS Lengkap dengan Pelican Crossing dan Warning Light

Ket. Foto : Salah satu Zona Selamat Sekolah (ZoSS) yang ada di Kota Balikpapan, Kaltim, Jum'at (21/11/2025).

Portalkaltim.com, Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus memperkuat upaya peningkatan keselamatan pelajar di wilayah kota minyak. Memasuki tahun 2025, Dishub menargetkan pembangunan dan penambahan 10 Zona Selamat Sekolah (ZoSS) baru lengkap dengan fasilitas keselamatan modern seperti pelican crossing otomatis, marka jalan, rambu peringatan, dan warning light di berbagai titik sekolah yang memiliki arus pelajar paling padat.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Paturrahman, menegaskan bahwa ZoSS menjadi prioritas utama program keselamatan transportasi tahun depan, mengingat tingginya intensitas pergerakan pelajar pada jam pagi dan pulang sekolah.

“Setiap hari ribuan pelajar melintasi jalan protokol menuju sekolah. Karena itu, peningkatan ZoSS menjadi kebutuhan mendesak agar risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin,” jelas Fadli, Jumat (21/11/2025).

Menurutnya, fasilitas ZoSS harus diperkuat karena banyak sekolah berada di kawasan lalu lintas padat yang kerap menimbulkan situasi rawan. Dishub mencatat sejumlah sekolah yang menjadi fokus prioritas, di antaranya yang berada di kawasan Karang Bugis dan Jalan Ahmad Yani.

“Pelican crossing dan warning light akan dipasang di sejumlah sekolah, terutama di Karang Bugis dan Ahmad Yani yang aktivitas siswanya sangat padat. Harapannya, fasilitas ini bisa membantu pejalan kaki menyeberang lebihaman,” ungkapnya.

Fadli menjelaskan bahwa Dishub telah lebih dulu memasang warning light di sejumlah ruas protokol di kota Balikpapan, seperti Jalan Jenderal Sudirman, Marsma Iswahyudi, Letjen Suprapto, MT. Haryono, hingga Soekarno-Hatta. Salah satu lokasi terbaru yang mendapatkan fasilitas tersebut adalah di depan Kantor Disporapar Balikpapan, Jalan Marsma Iswahyudi, yang berdekatan dengan akses pelajar dan fasilitas olahraga.

“Warning light ini sangat penting untuk mendukung ZoSS. Lampu akan membantu pengemudi lebih waspada saat ada pejalan kaki, terutama anak sekolah, yang ingin menyeberang,” tambahnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pemasangan warning light tidak dapat dilakukan sembarangan dan harus mempertimbangkan karakteristik lalu lintas di lapangan. Menurut Fadli, terdapat sejumlah ruas yang dinilai kurang efektif jika dipasang warning light karena tingkat kepadatan kendaraan rendah.

“Pada ruas jalan yang relatif sepi, efek warning light tidak terlalu signifikan. Karena itu kami perlu mengkaji penggunaannya dengan seksama agar fasilitas yang dipasang benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Di luar penguatan fasilitas fisik, Fadli menilai bahwa kesadaran pengendara tetap menjadi faktor penting dalam upaya menciptakan kawasan aman di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa pengemudi seharusnya memahami fungsi marka dan rambu penyeberangan tanpa bergantung sepenuhnya pada lampu peringatan.

“Pengemudi memiliki kewajiban mengurangi kecepatan ketika memasuki area sekolah. Sekalipun tidak ada warning light, marka dan rambu sudah menjadi instruksi yang jelas bagi pengguna jalan,” tegasnya.

Untuk itu, Dishub akan menggandeng sekolah-sekolah, komunitas keselamatan jalan, serta aparat penegak hukum dalam kampanye edukasi lalu lintas. Pendekatan sosialisasi dinilai efektif menumbuhkan budaya disiplin berkendara di tengah masyarakat.

“Tidak ada fasilitas keselamatan yang akan benar-benar efektif tanpa kesadaran pengguna jalan. Karena itu kami ingin membangun kolaborasi untuk menanamkan budaya tertib sejak dini,” ucap Fadli.

Dengan penambahan 10 ZoSS baru lengkap dengan marka, rambu batas kecepatan, serta pelican crossing otomatis, Dishub menargetkan 2025 menjadi momentum peningkatan signifikan terhadap ketertiban lalu lintas dan keselamatan pelajar di Balikpapan.

Fadli berharap bahwa pembangunan fasilitas ini tidak hanya menjadi instrumen teknis, tetapi juga menggugah komitmen bersama untuk menjadikankeselamatan sebagai prioritas utama.

“Keselamatan anak-anak sekolah harus menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa perjalanan mereka menuju sekolah berlangsung dengan aman dan terlindungi,” pungkasnya.

Dengan program penguatan ZoSS, pemerintah optimistis angka kecelakaan terutama di koridor pendidikan dapat ditekan secara bertahap dan menghadirkan lingkungan transportasi yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan pelajar.ADV

Loading