Kasus TBC di Balikpapan Meningkat, Puskesmas Teritip Perkuat Pelacakan Pasien Aktif
Portalkaltim.com, Balikpapan – Puskesmas Teritip mencatat adanya peningkatan signifikan kasus tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun 2025, dengan puncak lonjakan terjadi pada bulan Agustus. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat TBC merupakan penyakit menular yang memerlukan pengobatan jangka panjang, disiplin tinggi, serta pengawasan yang ketat agar dapat sembuh sepenuhnya.
Kepala Puskesmas Teritip, dr. Akhmad Irawan, menjelaskan bahwa meningkatnya temuan kasus mendorong pihaknya untuk memperkuat strategi penanganan, khususnya dalam hal pelacakan pasien dan pemantauan pengobatan.
“Kasus TBC terbanyak memang terjadi pada Agustus 2025. Kami terus melakukan pelacakan terhadap pasien aktif dengan melibatkan kader kesehatan untuk melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan kader di tingkat masyarakat sangat membantu dalam memastikan pasien tetap menjalani proses pengobatan secara teratur. Kunjungan rumah juga menjadi sarana untuk memberikan edukasi secara langsung kepada pasien maupun keluarganya tentang pentingnya menyelesaikan terapi hingga tuntas.
Menurut dr. Irawan, salah satu tantangan utama dalam pengobatan TBC adalah ketidakdisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat. Padahal, menghentikan pengobatan sebelum waktunya dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih berbahaya.
“Pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan berisiko mengalami perubahan diagnosis menjadi TBC Resistan Obat (TB RO). Kondisi ini membuat proses penyembuhan menjadi lebih sulit, lebih lama, dan memerlukan pengobatan yang lebih kompleks,” terangnya.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, Puskesmas Teritip juga mulai memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT TB) kepada anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC aktif. Program ini bertujuan untuk melindungi kelompok berisiko tinggi agar tidak ikut tertular.
Upaya tersebut diharapkan dapat memutus rantai penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Dengan kombinasi pelacakan aktif, edukasi yang berkelanjutan, serta terapi pencegahan, Puskesmas Teritip optimistis dapat menekan angka kasus TBC di wilayah Balikpapan Timur secara bertahap.
Dr. Irawan pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri jika mengalami gejala TBC seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, demam, dan berkeringat di malam hari.
“Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang untuk sembuh total. Pemeriksaan dan pengobatan TBC tersedia di puskesmas dan dapat diakses oleh masyarakat,” pungkasnya. (YD/ADV)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7







