Terminal Baru Tengah Siap Dibangun 2026, Dishub Balikpapan Pastikan Konstruksi Dimulai Tahun Depan

Portalkaltim.com, Balikpapan – Rencana pembangunan Terminal Tipe C di kawasan Baru Tengah, Balikpapan Barat, dipastikan akan direalisasikan pada 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan menegaskan bahwa proyek tersebut telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, sehingga tahapan konstruksi dipastikan dapat segera dimulai pada tahun depan.

Kepala Dishub Balikpapan, M. Fadli Pathurrahman, mengungkapkan bahwa kebutuhan akan terminal di Balikpapan Barat sudah mendesak sejak lama. Selama ini, para pengemudi angkutan kota (angkot) tidak memiliki lokasi resmi untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Kondisi tersebut membuat sebagian sopir terpaksa mangkal atau ngetem di tepi jalan, sehingga menimbulkan gangguan kelancaran arus lalu lintas.

“Selama ini kegiatan ngetem terjadi karena belum ada terminal resmi. Ini menjadi pekerjaan yang harus segera kami selesaikan,” ujar Fadli, Rabu (19/11/2025).

Terminal Baru Tengah akan dibangun di lahan milik Pemerintah Kota Balikpapan yang berlokasi tepat di depan kantor Kelurahan Baru Tengah. Keberadaan lahan tanpa kendala pembebasan menjadi poin penting yang memastikan proyek ini dapat berjalan sesuai rencana. Fadli menjelaskan bahwa desain terminal telah disusun dua lantai, disesuaikan dengan kebutuhan transportasi darat serta potensi pengawasan aktivitas di Pelabuhan Kampung Baru.

Lantai pertama rencananya difungsikan sebagai pusat aktivitas angkot dan fasilitas layanan transportasi, seperti area tunggu penumpang, kios layanan, dan ruang operator. Sementara itu, lantai kedua dirancang sebagai area pandang untuk memonitor pergerakan kapal klotok hingga speedboat di dermaga Kampung Baru.

“Kami menyesuaikan desain terminal dengan dinamika aturan kewenangan pelabuhan yang sifatnya masih berubah-ubah antar pemerintah daerah,” jelas Fadli.

Dishub memastikan seluruh dokumen perencanaan proyek, termasuk Detail Engineering Design (DED), telah rampung. Dengan begitu, pembangunan fisik hanya menunggu proses penganggaran berjalan penuh. Total kebutuhan biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp5 miliar, sementara alokasi dana yang tersedia dalam APBD 2026 sekitar Rp3 miliar.

“Kami akan memaksimalkan anggaran yang tersedia agar pembangunan bisa tetap berjalan optimal,” kata Fadli.

Selain Terminal Baru Tengah, Dishub Balikpapan juga mengupayakan percepatan pembangunan beberapa terminal lain yang sempat tertunda. Di antaranya Terminal Balikpapan Permai dan Terminal Teritip yang masuk dalam daftar prioritas pengembangan fasilitas transportasi kota.

Menurut Fadli, keberadaan terminal baru dan revitalisasi terminal sebelumnya menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan konektivitas masyarakat. Terminal yang tertata baik akan memudahkan mobilitas warga, sekaligus mengurangi titik kemacetan akibat aktivitas angkutan yang tidak teratur.

“Pembangunan akan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran. Target kami, seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal dalam beberapa tahun ke depan,” pungkasnya.

Dengan percepatan pembangunan infrastruktur transportasi tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap pelayanan angkutan umum semakin meningkat serta mampu mendukung pertumbuhan kawasan Balikpapan Barat sebagai salah satu titik mobilitas strategis kota.ADV

Loading