Penggabungan STAIS dan STIPER Dimantapkan Menuju Universitas Mandiri Menyongsong IKN
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk segera mewujudkan penggabungan dua perguruan tinggi daerah, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun kemandirian dan efisiensi lembaga pendidikan tinggi di daerah, sekaligus menyiapkan Kutai Timur menjadi kawasan penopang strategis bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam wawancara bersama media, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Sudirman Latif, mengatakan bahwa penggabungan dua perguruan tinggi ini bukan hanya langkah administratif, melainkan strategi besar untuk meningkatkan daya saing pendidikan tinggi daerah.
“Penggabungan antara STAIS Sangatta dan STIPER Kutai Timur diharapkan dapat segera terwujud agar perguruan tinggi di Kabupaten Kutai Timur lebih mandiri, efisien, serta memiliki daya saing dalam dunia pendidikan tinggi,” ujarnya.
Dengan tegas ia mengatakan bahwa keberadaan universitas daerah yang kuat dan mandiri akan berperan penting dalam mendukung kebutuhan sumber daya manusia berkualitas di wilayah sekitar IKN.
“Langkah ini juga menjadi salah satu upaya menyongsong IKN,” tambahnya.
Melalui langkah ini, Pemerintah daerah optimistis, setelah penyatuan yayasan dan pembenahan kelembagaan rampung, Kutai Timur akan memiliki universitas unggulan yang mampu bersaing secara nasional.
Selain itu, diharapkan terjadi penguatan posisi daerah sebagai pusat pengembangan pendidikan di kawasan timur Kalimantan. (SH/ADV)
![]()










