Dishub Balikpapan Siapkan Transformasi Besar Angkot Lewat RIJT, 315 Unit Terverifikasi Layak Operasi
Balikpapan– Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menata ulang sistem transportasi umum, khususnya angkutan kota (angkot). Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari penyusunan Rencana Induk Jaringan Transportasi (RIJT) yang menjadi pedoman utama dalam pengembangan layanan mobilitas perkotaan ke depan. Penataan tersebut dinilai mendesak mengingat operasional angkot saat ini sudah tidak lagi sepenuhnya sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan proses verifikasi terhadap seluruh armada angkot yang masih beroperasi di lapangan. Proses verifikasi mencakup pengecekan kelengkapan uji KIR, kondisi fisik kendaraan, hingga kelayakan dan kualifikasi pengemudi. Dari proses tersebut, hanya sekitar 315 unit yang dinyatakan memenuhi standar untuk tetap beroperasi dalam sistem transportasi yang tengah disiapkan.
“Proses verifikasi ini penting untuk memastikan bahwa angkot yang nantinya terlibat dalam sistem baru benar-benar memenuhi standar keselamatan dan pelayanan,” ujar Fadli, Senin (17/11/2025).
Setelah tahap verifikasi, Dishub akan melanjutkan program dengan meningkatkan kompetensi para sopir melalui serangkaian pelatihan. Program ini mencakup sertifikasi pengemudi layak, pembekalan kedisiplinan, serta pengenalan kebijakan transportasi yang akan diterapkan jangka panjang. Fadli menegaskan bahwa para sopir harus memahami terlebih dahulu konsep baru yang sedang disusun agar nantinya bisa beradaptasi dengan mudah ketika sistem baru diberlakukan.
Dalam konsep yang tengah difinalisasi, angkot tidak lagi hanya berfungsi sebagai moda transportasi reguler. Sebagian armada nantinya akan dialihkan untuk melayani kebutuhan khusus, seperti menjadi kendaraan wisata menuju sejumlah destinasi di Balikpapan, angkutan pelajar, hingga layanan dini hari untuk mendukung distribusi barang ke pasar tradisional. Diversifikasi fungsi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara lebih spesifik dan efisien.
Dishub juga berencana memaksimalkan peran angkot sebagai angkutan pengumpan (feeder) bagi Balikpapan City Trans (Bacitra), sistem transportasi massal yang sedang dikembangkan. Integrasi sistem pembayaran digital menjadi salah satu fokus penting, mengadaptasi model transportasi terpadu seperti JakLingko di Jakarta. Untuk mendukung rencana tersebut, tim Dishub telah melakukan studi langsung ke Kota Solo dan Jakarta guna melihat penerapan skema subsidi, penentuan tarif berbasis jarak, serta pengelolaan data transportasi secara terpusat.
Namun demikian, Fadli menekankan bahwa tidak semua konsep yang berhasil di kota lain dapat langsung diterapkan di Balikpapan. Kota ini memiliki karakteristik tersendiri, sehingga penyelesaian RIJT sangat krusial. RIJT akan menjadi acuan dalam menghitung kebutuhan armada secara aktual, mengevaluasi kuota transportasi daring, serta menentukan jumlah ideal angkot yang dibutuhkan. Dengan data komprehensif tersebut, pemerintah dapat memutuskan armada mana yang layak masuk ke sistem baru dan mana yang memerlukan peningkatan kelayakan terlebih dahulu.
Dengan penyusunan RIJT yang matang, Dishub berharap sistem transportasi Balikpapan dapat berkembang menjadi lebih modern, aman, terintegrasi, serta sesuai kebutuhan masyarakat di masa mendatang.ADV
![]()










