Komisi XIII DPR RI Kritisi PSSI: Ketergantungan Pemain Naturalisasi

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PAN Aris Al Aziz

Portalkaltim.com, Jakarta – Tim nasional (Timnas) Indonesia tengah gencar dalam melakukan naturalisasi pemain luar untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tim, mengisi kekurangan bakat lokal, memotivasi pemain lokal untuk dapat berkembang, serta memenuhi target prestasi jangka pendek seperti lolos ke piala dunia tahun 2026 di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Canada, dan Meksiko.

Anggota Komisi XIII (13) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Aris Al Aziz mengkritisi kebijakan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Tohir yang dinilai terlalu mengandalkan pemain naturalisasi dalam turnamen internasional.

Kritik itu disampaikan dalam rapat Komisi XIII DPR RI yang turut dihadiri Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Aris menegaskan bahwa membina pemain lokal, terutama pemuda seharusnya menjadi prioritas utama agar sepak bola nasional dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada pemain naturalisasi dapat meruntuhkan motivasi atlet muda Indonesia.

“Kalau ini terus-menerus kita biarkan, anak-anak negeri kita nanti malas untuk latihan. Karena mereka keinginan utama mereka adalah mengisi bangku Timnas Indonesia,” ujar Aris.

Sebagai bukti komitmen membina talenta lokal, dirinya turut membangun akademi sepak bola di Sumatera Barat yang memiliki empat lapangan. Ia berharap langkah serupa dilakukan secara nasional agar pemain muda dapat berkembang sejak dini.

Ia juga menekankan bahwa PSSI harus menyiapkan target jelas pada babak kualifikasi Piala Dunia mendatang. Apabila target tidak tercapai, dirinya menginginkan program naturalisasi dapat dievaluasi.

Selain itu, dirinya mengungkap adanya dugaan praktik “mafia” di tubuh PSSI dan panitia penyelenggaraan kompetisi. Pengalamannya saat mengikuti Liga 4 menjadi contoh, di mana regulasi yang dinilai tidak transparan memicu ketidakpercayaan publik.

Kebijakan naturalisasi sejatinya telah lama menjadi strategi PSSI untuk memperkuat timnas menghadapi lawan-lawan berat di level internasional. Namun, kritik muncul karena program ini dianggap menghambat pembinaan jangka panjang. (TS)

Loading