Kebutuhan Beras di Kaltim Hanya Terpenuhi 36% dari 34 Ribu Ton yang Diperlukan
Portalkaltim.com, Samarinda – Kebutuhan beras di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menjadi sorotan. Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Siti Farisyah Yana mengungkapkan bahwa konsumsi beras di daerah ini setiap bulan rata-rata mencapai 29 ribu hingga 34 ribu ton.
Namun fakta di lapangan menunjukkan persoalan serius. Produksi lokal hanya mampu menutup sekitar 30 hingga 36 persen dari total kebutuhan. Selebihnya, Kaltim bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Padahal, neraca ketersediaan beras disebut mencapai 71 ribu ton, hasil akumulasi stok di pedagang besar yang sekitar 24 ribu ton, serta simpanan rumah tangga berkisar 21 ribu hingga 26 ribu ton.
“Pada hari-hari besar keagamaan atau momen perayaan tertentu, lonjakan konsumsi beras tidak bisa dihindari,” ujar Yana saat ditemui di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (19/8/2025).
Pernyataan ini menegaskan bahwa ketersediaan pangan di Kaltim sangat rentan dipengaruhi oleh faktor musiman dan pola konsumsi masyarakat.
Di tingkat nasional, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kebutuhan beras rata-rata 6,4 kilogram per kapita setiap bulan. Angka ini berbeda di tiap wilayah, bergantung pada kondisi ekonomi dan lokasi tinggal masyarakat.
Yana menambahkan, pihaknya secara rutin melakukan penghitungan neraca pangan terhadap 12 komoditas strategis seperti jagung, kedelai, bawang merah, hingga gula dan minyak goreng. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan, distribusi, dan stok awal pangan yang masuk ke Kaltim.
Kondisi ini mengingatkan bahwa Kaltim tidak bisa terus-menerus bergantung pada pasokan luar. Jika produksi lokal tidak ditingkatkan, ancaman ketergantungan pangan hanya akan makin kuat, terutama di tengah fluktuasi harga dan potensi gangguan distribusi. (SH)
![]()







