Dispora Kaltim Sambut Program Makan Gratis, Harap Selaras dengan Agenda Pembangunan Daerah

Kordinator Perencanaan Dispora Kaltim,Ahmad Juanda

Portalkaltim.com, Samarinda –Program makan gratis yang menjadi salah satu prioritas Presiden terpilih, Prabowo Subianto, mendapat respons positif dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan gizi generasi muda dan membentuk fondasi pembangunan sumber daya manusia yang lebih unggul.

Koordinator Perencanaan Dispora Kaltim, Juanda, menyampaikan apresiasi atas kebijakan nasional tersebut. Ia menilai program makan gratis tidak hanya penting dalam konteks pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat, kuat, dan kompetitif.

“Ini bukan sekadar soal pangan, tetapi menyangkut masa depan bangsa. Generasi muda yang cukup gizi akan lebih siap bersaing dan mencetak prestasi,” ujar Juanda.

Juanda berharap agar penerapan program ini dapat menjangkau seluruh daerah, termasuk Kalimantan Timur. Ia menekankan pentingnya pemerataan distribusi dan pelaksanaan program agar manfaatnya dirasakan secara menyeluruh oleh anak-anak dan remaja di berbagai lapisan masyarakat.

Terkait penyesuaian anggaran dan rencana strategis daerah, Juanda mengingatkan agar kebijakan pusat tidak terlalu mengintervensi atau menggeser prioritas yang telah disusun dalam Renstra Dispora Kaltim 2025. Namun begitu, pihaknya tetap siap melakukan sinkronisasi jika diperlukan.

“Kami tentu akan beradaptasi jika ada perubahan. Tapi besar harapan kami, program pusat ini bisa berjalan beriringan tanpa mengorbankan program strategis daerah yang telah dirancang lebih awal,” jelasnya.

Menurut Juanda, keberhasilan program makan gratis tidak hanya ditentukan oleh pendanaan, tetapi juga oleh sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan diperlukan agar program ini berdampak nyata dan berkelanjutan.

“Dengan kerja sama yang solid, program ini bisa menjadi katalisator peningkatan kualitas hidup generasi muda, terutama dari sisi kesehatan dan kesiapan mental mereka dalam menghadapi dunia,” tambahnya.

Juanda juga menggarisbawahi pentingnya pengelolaan anggaran yang cermat, agar pelaksanaan program makan gratis tidak menimbulkan benturan dengan kebutuhan pembangunan sektor lainnya.

“Kami optimis pemerintah pusat sudah memiliki perhitungan matang, sehingga program ini bisa dilaksanakan tanpa mengorbankan pembangunan daerah,” tutupnya.

Loading