Ekonomi Syariah Didorong Jadi Pilar Kemandirian Kaltim
Portalkaltim.com, Samarinda — Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) Bayuadi Hardiyanto menegaskan bahwa sinergi ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam memperkuat stabilitas dan kemandirian ekonomi daerah.
Flagship Seminar Ekonomi dan Keuangan Syariah bertajuk “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Kalimantan Timur” di Ruang Maratua Lantai IV, Kantor BI Kaltim pada Minggu (25/5/2025).

“Ekonomi syariah terbukti tangguh saat krisis. Pada 2020, pembiayaan perbankan syariah naik 70 persen, sementara konvensional justru menurun,” ujar Bayuadi.
Menurutnya, prinsip syariah yang berbasis keadilan, transparansi, dan mitigasi risiko menjadikan sistem ini lebih resisten terhadap guncangan ekonomi.
Bayuadi menjelaskan, potensi pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Timur sangat besar, mengingat 82,5 persen penduduknya memeluk agama Islam.
Pertumbuhan ekonomi daerah juga tercatat positif sebesar 4,08 persen pada triwulan I 2025 dan menyumbang 46,99 persen terhadap total ekonomi regional Kalimantan.
“Kaltim jadi tulang punggung perekonomian Kalimantan. Kalau ekonomi Kaltim turun, seluruh regional akan ikut terdampak,” tuturnya.
Karena itu, menurut Bayuadi, penguatan sektor syariah akan memperkuat daya tahan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa masih ada tantangan yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap keuangan syariah, terutama di sektor UMKM.
“Pangsa pembiayaan syariah kita baru 8,28 persen. Ini masih bisa ditingkatkan,” kata Bayuadi.
Dengan pembiayaan syariah yang mencapai Rp15,5 triliun atau tumbuh 23 persen di triwulan pertama 2025, Bayuadi menilai Kalimantan Timur memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah di kawasan timur Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Syariah (Fesyar) Kaltim Halal Festival (Kala Fest) 2025. (SH)
![]()









