Maju Bersama, TDA Sangatta Ajak UMKM Kenali Branding dan Berinovasi Naikkan Omset

Strategi Branding dan Inovasi untuk Kenaikan Omset UMKM oleh TDA Sangatta

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Sangatta mengajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengupas lebih dalam tentang Brand Lokal VS Brand Multinasional melalui workshop bertajuk “Strategi Branding dan Inovasi untuk Kenaikan Omset UMKM”.

Acara yang dilaksanakan di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim pada Selasa (30/5/2025) ini, menghadirkan narasumber yang ahli dibidangnya, yakni Owner Little Bee Boutique Rizki Rahmadianti dan CEO Mebiso Hesti Rosa.

Membuka acara itu, mewakil Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan dan Keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim Sulastin mengungkapkan apresiasinya telah diselenggarakan kegiatan ini.

Pentingnya membuat brand, diungkapkan Sulastin, mampu menggaet pelanggan. Bagaimana peran brand dapat mengingatkan pelanggan akan produk milik pelaku usaha.

Ciri sebuah brand yang unik, menurut Sulastin, bisa saja menggunakan apa yang menjadi ikon di daerah, misal Burung Enggang, motif payet dayak, dan sebagainya.

“Kita diwajibkan membuat brand dari daerah masing-masing, misal saya angkat tema ‘Penerapan Ekonomi Hijau dalam Area Wisata’, dan di sana kan banyak Suku Dayak dan bagaimana brand supaya bisa dikenal dan diingat oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pelaku UMKM diharapkannya sudah mampu menggunakan perangkat digital, baik smartphone, media sosial (medsos), dan pembayaran digital.

Hal yang paling ditekankannya adalah bagaimana packaging atau kemasan sangat mempengaruhi penjualan. Pernah ia mencicip produk negara tetangga Malaysia. Dia merasa dari segi rasa, produk Indonesia sangat enak. Tetapi mengapa produk Malaysia begitu terkenal? Dengan tegas ia menimpali adanya packaging yang unik.

“Kita kekurangan di packaging, misal di Malaysia untuk rasa, rasanya lebih enak di kita, tapi packaging nya ‘wah’ mereka,” tuturnya.

Ia berharap tidak hanya tiga kecamatan yang bisa berpartisipasi ke depan. Di Kutim terdapat 18 kecamatan yang ia harap bisa berpartisipasi agar UMKM semakin maju.

“Mudahan ini nanti dengan adanya pelatihan ini tidak sampai di sini saja, kita apresiasi dan kami harap OPD terkait bisa leading sektor yang ikut bergerak,” ucapnya.

Ketua TDA Sangatta Mohammad Ali menyampaikan bahwa pihaknya yang merupakan wirausaha tidak hanya memikirkan bagaimana usahanya naik, tetapi turut mengajak serta pelaku UMKM lainnya berjuang bersama.

Dengan visi menjadi komunitas usaha terkemuka dan bersinergi untuk menebar manfaatnya, Ali mengatakan, TDA Sangatta rutin menggelar kegiatan serupa melalui berbagai tema dan ilmu lainnya, dan diharapkan dapat mewujudkan visi tersebut bersama.

Antusias luar biasa ditujukan masyarakat Sangatta atas acara ini. Terbukti dengan hadirnya 50 partisipan yang hadir dari tiga kecamatan, yakni Kaubun, Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

“Harapannya kegiatan ini kami sebagai pelaku usaha tidak hanya fokus pada diri kami sendiri, tetapi juga saling berbagi dan mendukung sesama pelaku usaha,” pungkasnya. (SH)

Loading