Gedung Pandurata Dipercepat Beroperasi, Kebutuhan Alkes RS AWS Masih Capai Rp250 Miliar

Ruang Hemodialisa Gedung Pandurata RSUD AWS, Samarinda.

Portalkaltim.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mempercepat operasional Gedung Pandurata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) untuk mengatasi tingginya kebutuhan layanan kesehatan.

Meski pembangunan fisik hampir rampung, pemenuhan alat kesehatan (alkes) dilakukan secara bertahap karena kebutuhan anggarannya mencapai sekitar Rp250 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim dr Jaya Mualimin mengatakan masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan berskala kecil yang harus diselesaikan sebelum gedung baru tersebut dioperasikan.

Kepala Dinkes Kaltim dr Jaya Mualimin.
Kepala Dinkes Kaltim dr Jaya Mualimin.

“Ada yang memang perlu diperbaiki dan itu sifatnya kecil, tidak besar. Sehingga memang di Dinas Kesehatan sudah disiapkan anggaran untuk pembelian alat kesehatan. Termasuk juga nanti dari pihak rumah sakit, anggaran untuk interiornya,” ujarnya saat kunjungan lapangan ke Gedung Pandurata RSUD AWS, Senin (20/7/2026).

Ia menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir 2026 sehingga operasional gedung baru bisa dimulai pada Januari hingga Februari 2027.

“Mudah-mudahan akhir tahun sudah selesai dan Januari, Februari bisa dioperasikan,” katanya.

Menurut Jaya, total kebutuhan anggaran pengadaan alat kesehatan untuk Gedung Pandurata diperkirakan mencapai Rp250 miliar.

Namun, pada 2026 pemerintah baru mengalokasikan sekitar Rp100 miliar sehingga pengadaan akan dilakukan secara bertahap.

“Anggaran untuk alat kesehatan memang kalau kita lihat all design itu mungkin perlu sekitar Rp250 miliar. Jadi tahun ini pemerintah mengalokasikan Rp100 miliar,” jelasnya.

Ia menuturkan operasional gedung juga akan dibuka secara bertahap mengikuti kesiapan fasilitas dan peralatan medis. Tahapan tersebut dinilai lebih realistis dibanding menunggu seluruh kebutuhan terpenuhi sekaligus.

“Kurangnya itu bertahap, karena nanti dioperasionalkan juga bertahap. Nanti satu, dua, tiga, kemudian empat, baru sampai delapan,” ungkapnya.
Percepatan operasional

Gedung Pandurata, lanjut Jaya, menjadi langkah penting untuk mengurangi kepadatan layanan di RSUD AWS yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun ruang rawat inap.

“Masyarakat ingin cepat. Apalagi kita tahu rumah sakit dengan IGD yang begitu bejubel, kemudian tempat perawatan juga tidak memadai. Akhirnya kita buat di sini lebih banyak lagi sehingga masyarakat tidak perlu lagi khawatir kurang tempat tidur dan sebagainya,” tegasnya.

Dengan tambahan kapasitas layanan tersebut, Pemprov Kaltim berharap Gedung Pandurata dapat segera meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas rawat inap dan layanan medis rujukan di RSUD AWS. (SH)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7