Pengelolaan Sampah Terintegrasi Diharap Turunkan Beban TPA
Portalkaltim.com, Balikpapan – Meningkatnya penduduk di suatu wilayah turut membawa konsekuensi baik dalam hal positif maupun negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah meningkat pula kuantitas sampah rumah tangga sampai industri.
Masalah ini tidak hanya terjadi di satu wilayah saja, tetapi hampir merata di berbagai tempat di Indonesia, termasuk Balikpapan.
Untuk itu, Komisi III DPRD Kota Balikpapan menyoroti pengelolaan sampah yang dinilai masih menjadi tantangan besar bagi daerah.
DPRD meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi melalui pengembangan bank sampah di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Pembahasan tersebut menjadi salah satu fokus Komisi III dalam evaluasi program kerja menuju penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
DPRD menilai penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan ke tempat pemrosesan akhir, tetapi harus dimulai dari pengurangan sampah di sumbernya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan H Yusri mengatakan persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara serius karena hampir seluruh daerah di Indonesia menghadapi persoalan serupa.
“Hari ini kami dengan Dinas Lingkungan Hidup. Kami menitikberatkan terkait masalah sampah. Sampah biar bagaimana masih momok, bukan hanya Balikpapan tapi seluruh Indonesia,” ujarnya pada Senin (22/6/2026).
Menurutnya, pengelolaan sampah harus dibangun secara terpadu sehingga selain mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui penguatan bank sampah.
“Kita mau pengelolaan sampah itu lebih baik lagi, lebih terintegrasi dengan baik dan lebih mempunyai makna ekonomi,” tegasnya.
Yusri mengungkapkan volume sampah harian yang sebelumnya berada pada kisaran 600 hingga 700 ton kini telah turun menjadi sekitar 500 ton per hari. Penurunan tersebut dinilai dipengaruhi oleh pengelolaan sampah di tingkat kelurahan dan kecamatan melalui program bank sampah, namun upaya tersebut masih perlu terus diperkuat.
“Tadinya 600 sampai 700 ton. Sekarang sudah tinggal sekitar 500 ton. Kita minta maksimalkan diturunkan lagi karena adanya pengelolaan di tiap kelurahan dan kecamatan melalui pengelolaan bank sampah,” pungkasnya. (SH/ADV)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7







