DPRD Balikpapan Turun Tangan! Alwi Al-Qadri Minta Dampak Proyek RS Sayang Ibu Diusut, Keluhan Warga RT 16 Tak Boleh Diabaikan
Balikpapan – Polemik dampak pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di RT 16 Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, kini mendapat perhatian serius DPRD Kota Balikpapan. Setelah rentetan keluhan warga terkait kerusakan jembatan, akses lingkungan, hingga dugaan gangguan terhadap permukiman terus bermunculan, DPRD menegaskan tidak ingin hanya menerima laporan sepihak tanpa pembuktian di lapangan.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al-Qadri, meminta komisi terkait segera turun langsung melakukan peninjauan guna memastikan kondisi sebenarnya serta mengukur sejauh mana dampak proyek pembangunan rumah sakit milik Pemerintah Kota Balikpapan tersebut terhadap masyarakat sekitar.
Langkah itu diambil menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai persoalan yang disebut muncul selama proses pembangunan berlangsung. DPRD menilai setiap laporan warga harus ditindaklanjuti secara objektif agar tidak menimbulkan kesimpulan yang prematur maupun informasi yang tidak akurat.
Alwi menegaskan, DPRD tidak ingin terburu-buru menyimpulkan persoalan sebelum memperoleh gambaran utuh dari lapangan. Menurutnya, seluruh informasi yang berkembang harus diverifikasi dengan mendengarkan langsung keterangan warga, pemerintah, maupun pihak terkait lainnya.
“Pertama tentunya kita tidak mau pemberitaan itu sepihak. Dalam artian, kami juga harus cross-check dan melihat sampai sejauh mana kerusakan jembatan tersebut,” kata Alwi, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, verifikasi lapangan penting dilakukan untuk memastikan apakah kerusakan yang dikeluhkan warga benar-benar berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat dan membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah.
Karena itu, DPRD akan melibatkan komisi yang membidangi urusan pembangunan dan pelayanan publik untuk melihat langsung kondisi di lokasi. Hasil peninjauan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan yang perlu diambil.
“Nanti saya coba perintahkan komisi terkait untuk melihat langsung sampai sejauh mana kerusakan atau dampak dari pembangunan rumah sakit itu,” tegasnya.
Menurut Alwi, DPRD memiliki tanggung jawab memastikan setiap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran publik tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, setiap laporan yang muncul harus ditelusuri secara menyeluruh.
Ia menambahkan, apabila hasil pengecekan menunjukkan adanya kerusakan yang cukup serius dan berpotensi mengganggu aktivitas warga, DPRD akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan instansi teknis terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kalau ternyata memang rusaknya lumayan parah, tentu kami akan berkomunikasi dengan Dinas PU supaya ada perbaikan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan mengakui bahwa aktivitas pemancangan proyek pembangunan RS Sayang Ibu berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan di sekitar lokasi, termasuk jembatan warga yang berada di kawasan pesisir RT 16 Baru Ulu.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPU Balikpapan, Rachmatullah, sebelumnya menjelaskan bahwa proses pemancangan struktur bangunan rumah sakit dilakukan dengan kedalaman tertentu yang dapat memengaruhi pergerakan tanah di sekitarnya.
Menurutnya, kondisi geografis kawasan pesisir membuat tekanan dari tiang pancang berpotensi mendorong perubahan struktur tanah yang kemudian berdampak pada fasilitas lingkungan warga.
“Memang tidak bisa dipungkiri, akibat pancang bangunan RS Sayang Ibu yang lebih dalam, tanah akan terdesak ke atas sehingga mengakibatkan jembatan menjadi rusak,” ungkap Rachmatullah.
DPU menyebut langkah penanganan sementara terhadap jembatan terdampak sebenarnya telah dilakukan sejak Oktober 2025. Namun, perbaikan permanen baru direncanakan setelah pekerjaan struktur utama rumah sakit selesai dikerjakan agar hasil perbaikan tidak kembali terdampak aktivitas konstruksi.
Meski demikian, Alwi tetap menegaskan bahwa DPRD belum akan berspekulasi mengenai penyebab utama kerusakan maupun tingkat dampak yang sebenarnya sebelum melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Ia juga menanggapi informasi yang beredar mengenai adanya anak-anak yang disebut pernah terjatuh akibat kondisi jembatan yang rusak. Menurutnya, laporan tersebut harus diverifikasi secara menyeluruh agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.
“Ini yang harus kita lihat langsung dan dengarkan langsung dari warga. Kalau kita tidak melihat langsung, agak susah juga berkomentar karena takutnya informasi yang kita sampaikan tidak tepat,” imbuhnya.
Di sisi lain, Alwi memastikan fungsi pengawasan DPRD terhadap pembangunan RS Sayang Ibu tetap berjalan secara aktif. Komunikasi dengan komisi terkait, kata dia, terus dilakukan untuk memantau perkembangan proyek sekaligus mengawasi berbagai persoalan yang muncul selama proses pembangunan berlangsung.
DPRD menegaskan bahwa proyek strategis seperti pembangunan rumah sakit harus tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
“Sudah ada komunikasi. Saya juga meminta komisi terkait untuk terus melakukan pemantauan,” tandasnya.
Sebelumnya, anggota DPRD Balikpapan dari daerah pemilihan Balikpapan Barat, Baharuddin Daeng Lalla, mengungkapkan bahwa dirinya hampir setiap hari menerima berbagai laporan dari warga RT 16 terkait dampak yang dirasakan selama pembangunan RS Sayang Ibu berlangsung.
Keluhan yang masuk tidak hanya menyangkut kerusakan jembatan, tetapi juga dugaan keretakan rumah warga, robohnya pagar proyek, hingga persoalan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar area pembangunan.
Situasi tersebut membuat DPRD menilai peninjauan lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh persoalan yang dikeluhkan warga dapat dipetakan secara jelas dan ditangani melalui solusi yang tepat. Dengan pengawasan yang lebih ketat, DPRD berharap pembangunan RS Sayang Ibu dapat terus berjalan tanpa mengorbankan keselamatan maupun kenyamanan masyarakat di sekitarnya.(IM)
![]()
Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7










