Ekonomi Kreatif Tak Bisa Jalan Sendiri, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Daerah

Wakil Gubernur Kalimantan Timur menerima audiensi pengurus DPW Gekraf Kaltim terkait penguatan ekonomi kreatif dan kolaborasi lintas sektor.

Portalkaltim.com, Samarinda — Di tengah dorongan diversifikasi ekonomi Kalimantan Timur, sektor ekonomi kreatif mulai dipandang bukan lagi sebagai pelengkap, melainkan salah satu mesin baru yang dapat menggerakkan pertumbuhan masyarakat secara langsung.

Karena itu, keberadaan Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Kalimantan Timur atau DPW Gekraf Kaltim dinilai harus hadir sebagai penggerak nyata, bukan sekadar organisasi formal.

Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur saat menerima silaturahmi pengurus DPW Gekraf Kaltim yang dipimpin Ketua Harian Krisna Galih di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kaltim, Senin (11/5/2026).

Menurut Seno Aji, Gekraf memiliki posisi penting sebagai ujung tombak pelaku usaha ekonomi kreatif di daerah karena sektor ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, budaya, dan potensi lokal yang belum sepenuhnya dikembangkan.

“Pemprov Kaltim siap mendukung program Gekraf Kaltim. Apalagi ini akan menggabungkan antara ekonomi kreatif dengan kebudayaan di daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan ekonomi kreatif terletak pada kemampuannya menghidupkan potensi lokal menjadi nilai ekonomi yang nyata, mulai dari UMKM, pariwisata, seni budaya, hingga produk kreatif berbasis komunitas.

Karena itu, Gekraf diminta tidak berhenti sebagai lembaga seremonial, tetapi harus turun langsung ke lapangan dan menjadi bagian dari pembangunan ekonomi masyarakat.

“Keberadaan Gekraf menjadi ujung tombak dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan sektor ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan lintas perangkat daerah dan kolaborasi bersama dunia usaha, termasuk perusahaan-perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kalimantan Timur.

Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga organisasi perangkat daerah lainnya dinilai perlu terlibat aktif agar program Gekraf memiliki dampak yang terukur.

Selain itu, Seno Aji menekankan pentingnya pendataan pelaku usaha ekonomi kreatif dan UMKM sebagai dasar kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Tanpa data yang kuat, gerakan ekonomi kreatif berisiko hanya menjadi slogan tanpa arah yang jelas dalam implementasi.

“Ke depan perlu adanya pendataan pelaku usaha Ekraf maupun UMKM sehingga sosialisasi dan gerakan untuk menunjang Gekraf di Kaltim berjalan maksimal,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Harian DPW Gekraf Kaltim Krisna Galih menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk bersilaturahmi sekaligus melaporkan berbagai program kerja yang telah dijalankan pengurus.

Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Musyawarah Wilayah Gekraf Kaltim sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dan penguatan arah gerakan ke depan.

Harapannya, dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya hadir dalam bentuk simbolik, tetapi benar-benar menjadi ruang kolaborasi yang mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

Di tengah ketergantungan daerah pada sektor ekstraktif, ekonomi kreatif menjadi pengingat bahwa masa depan pembangunan tidak selalu harus digali dari bawah tanah, tetapi juga bisa tumbuh dari ide, budaya, dan kreativitas masyarakatnya sendiri. (SH)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7