Podcast Bangga Kencana Disiapkan Jadi Ruang Dialog Lintas Sektor

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) memperluas fungsi Podcast Bangga Kencana sebagai ruang diskusi publik yang mampu menjangkau tema lintas sektor.

Tidak hanya membahas isu stunting, program ini dirancang untuk mengangkat topik sosial, kemanusiaan, hingga inspirasi bagi aparatur pelayanan publik.
Kepala DPPKB Junaidi, menjelaskan bahwa podcast tersebut diharapkan memberi nilai tambah bagi pejabat pemerintah, tenaga kesehatan, dan berbagai profesi yang berkaitan dengan urusan masyarakat.

Nantinya, dialog akan merambah persoalan pendidikan serta kisah sukses pelayanan publik di daerah terpencil.

“Podcast Bangga Kencana ini tidak hanya berbicara dari satu sudut mengenai masalah stunting saja. Kita juga berbicara hal-hal lain yang dapat memberikan inspirasi, baik kepada pejabat, petugas medis, maupun pihak-pihak lain,” ujar Junaidi pada Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan bahwa dialog kemanusiaan terkait pendidikan tengah disiapkan sebagai agenda lanjutan.

Tokoh masyarakat dan pelaksana program pemerintah yang dinilai berhasil di lapangan akan diundang sebagai narasumber. Harapannya, pengalaman mereka menjadi dorongan moral agar aparatur tetap bersemangat menjalankan tugas, termasuk ketika ditempatkan di wilayah terluar.

Format podcast dibuat fleksibel. Junaidi menyebutkan bahwa dirinya tidak selalu menjadi pemandu acara. Tergantung tema dan kebutuhan, podcast dapat dipandu oleh narasumber atau sosok lain agar sudut pandang menjadi lebih luas.

Pada tahap berikutnya, DPPKB berencana menghadirkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membahas program keluarga berencana dalam perspektif hukum agama.

Menurut Junaidi, bagian ini penting untuk memperkuat pemahaman publik bahwa keluarga berencana tidak bertentangan dengan ajaran agama, tetapi mendukung kesehatan anak, pendidikan, serta penataan jumlah penduduk dalam keluarga.

Ia menegaskan bahwa slogan “Berencana itu Keren” menjadi pesan strategis yang ingin disampaikan. Penyampaian materi keagamaan akan melibatkan pakar agar tidak terjadi kekeliruan makna dan penafsiran. Dengan pendekatan tersebut, DPPKB berharap penerimaan masyarakat terhadap program pemerintah semakin terbuka.

Loading