Buka Ruang Introspeksi dan Nostalgia Lewat Buku “Karena Kita Begitu Berharga” Karya Ade Hashman
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Bagi seorang Dokter Spesialis Anestesi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, Kutai Timur (Kutim), Ade Hashman, menulis buku menjadi media untuk menyentuh sisi dalam manusia sekaligus memberi makna bagi kehidupan pembacanya.
Pandangan itu lahir dari pengalaman menulis yang telah ia jalani selama ini. Setiap buku diperlakukan sebagai “anak karya” dengan karakter dan keistimewaan masing-masing, tanpa ada satu judul pun yang ditempatkan lebih tinggi dari yang lain.
“Hidup ini berlangsung sangat singkat, sementara keahlian membutuhkan waktu yang panjang untuk dipelajari. Buku itu ibarat anak, namun ini adalah anak karya,” ujar Ade Hashman, saat ditemui di Kantor DPKKB Kutim pada Selasa (27/1/2026).
Meski tidak membedakan karyanya, Ade mengakui salah satu buku berjudul “Karena Kita Begitu Berharga” meninggalkan kesan tersendiri melalui respons pembaca.
Ia mengungkapkan, buku tersebut pernah menjadi penopang bagi seseorang yang berada dalam kondisi putus asa hingga mengurungkan niat mengakhiri hidup setelah membacanya.
Bagi Ade, pengalaman itu merupakan bentuk makna tertinggi dari sebuah karya tulis. Dampak serupa juga datang dari pembaca lain yang tengah menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan. Pembaca tersebut mengaku mendapatkan kembali semangat dan harapan hidup melalui pesan yang tertuang dalam buku yang sama.
Meski menerima apresiasi dalam sejumlah kegiatan, Ade menegaskan bahwa seluruh karyanya tetap memiliki nilai yang setara. Penghargaan yang ia terima disebutnya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya, sekaligus karena undangan dari penyelenggara.
Ia menambahkan, buku tersebut juga merekam perjalanan sejarah pribadi yang bermakna dengan dinamika pembangunan Kutai Timur. Catatan itu menjadi ruang refleksi sekaligus nostalgia atas proses panjang yang telah dilalui daerah.
Nantinya, Ade berharap karyanya dapat menjadi sumber inspirasi bagi tenaga medis, khususnya mereka yang baru memulai pengabdian. Ia juga memandang buku tersebut dapat menjadi bahan umpan balik bagi pemerintah daerah untuk melihat kesinambungan sejarah, dengan keyakinan bahwa masa lalu adalah bagian penting dalam menata masa depan. (IM)
![]()










