Rencanakan Arah Baru, Bidang Industri Disperindag Kutim Dorong Pembinaan Industri Kecil Menengah
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan arah baru pembinaan sektor industri usai memiliki wajah baru dalam struktur organisasinya.
Usai resmi dilantik Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, Kepala Bidang (Kabid) Industri dan Perdagangan Achmad Dony Erviady menyebut bahwa fokus kerja bidang yang dipimpinnya tidak semata tertuju pada Industri Kecil dan Menengah (IKM), tetapi juga mencakup pembinaan terhadap sejumlah sektor industri lain yang menjadi bagian penting ekosistem ekonomi daerah Kutai Timur.
Menurut Dony, industri di kawasan Pelabuhan Maloy turut masuk dalam pembinaan unit bidang industri. Sementara itu, penyelesaian dokumen Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) menjadi salah satu agenda prioritas, mengingat penyusunannya telah dimulai pada 2025 dan ditargetkan rampung tahun ini.
“Industri ini sebenarnya banyak, bukan hanya tentang IKM saja. Binaan-binaan lain juga banyak, termasuk industri di Pelabuhan Maloy, itu juga masuk. Terus kita juga ada RPIK. Itu harus diselesaikan dalam waktu dekat karena kemarin kita berjuang di 2025. Kita harus menyelesaikannya pada 2026,” ujar Dony pada Senin (26/1/2026).
Ia menyebut penyusunan RPIK melibatkan Universitas Mulawarman (UNMUL) sebagai mitra akademik, meski belum didukung anggaran yang memadai. Dokumen tersebut penting karena akan menjadi peta jalan pembangunan industri beberapa tahun ke depan.
Dalam kerangka pembinaan, IKM tetap menjadi konsentrasi utama. Disperindag mencatat terdapat sekitar 400 IKM di Kutim yang membutuhkan dukungan agar mampu berkembang, naik kelas, dan berkontribusi pada struktur ekonomi daerah.
Pembinaan dilakukan sejak tahap pengolahan bahan baku hingga produk setengah jadi. Bila usaha bertransformasi menjadi unit yang lebih besar, mekanisme selanjutnya dialihkan ke Dinas Koperasi.
Jenis usaha rumahan seperti tahu-tempe dan bengkel kecil masih menjadi binaan tradisional di Disperindag, salah satunya ialah olahan kakao yang menjadi penggerak ekonomi di Kaubun
Untuk itu, proses pembinaan kini diarahkan melalui pengajuan proposal kebutuhan melalui aplikasi program. Proposal tersebut menjadi pijakan pemberian bantuan berupa bahan baku atau peralatan produksi seperti, kain, lilin batik, pewarna, hingga pengering.
Namun, menurut Dony, dukungan pemerintah tidak berhenti pada pemberian alat dan bahan. Bidang Industri memastikan pelaku IKM memperoleh pelatihan lanjutan agar mampu tumbuh secara mandiri sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.
Pembinaan yang terstruktur diharapkan tidak sekadar menjaga keberlangsungan usaha kecil, tetapi juga membuka jalan bagi IKM untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri di masa mendatang.
Dengan selesainya dokumen RPIK dan dukungan pembinaan yang tepat, pemerintah daerah berharap sektor industri Kutim dapat bergerak ke arah yang lebih produktif dan kompetitif. (IM)
![]()









