Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Senjata DPPKB Kutim Perangi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat barisan dalam upaya menurunkan angka stunting dan menekan kemiskinan ekstrem melalui kerja sama lintas sektor.

Gerakan ini tidak lagi sekadar berbicara tentang intervensi gizi, tetapi sudah menyentuh aspek dasar kehidupan masyarakat seperti perumahan, sanitasi, dan akses air bersih yang layak.

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur dengan berbagai perangkat daerah dan lembaga sosial.

Salah satu program strategis yang dijalankan adalah pembangunan jaringan air bersih di setiap desa dengan pola satu desa satu jaringan. Program ini menempatkan keluarga berisiko stunting sebagai prioritas utama penerima manfaat berdasarkan data akurat yang dihimpun DPPKB.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur Achmad Junaidi menjelaskan bahwa langkah ini tidak dapat berjalan tanpa dukungan penuh dari lintas sektor, terutama dalam pemanfaatan data by name by address yang digunakan sebagai dasar menentukan desa prioritas.

“Program satu desa satu jaringan air bersih menjadi tanggung jawab Dinas PU dengan prioritas berdasarkan data keluarga berisiko tertinggi,” ungkap Achmad Junaidi.

Ia menambahkan bahwa DPPKB tidak hanya bekerja sama dengan instansi pemerintah, tetapi juga menggandeng lembaga sosial seperti Baznas untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat miskin ekstrem.

“Selain itu DPPKB bekerja sama dengan Baznas yang pada tahun sebelumnya menyalurkan Rp1,2 miliar untuk mendukung penanganan stunting,” ujarnya.

Tahun ini kolaborasi dengan Baznas kembali diperkuat melalui kegiatan bedah rumah dan bantuan bagi warga miskin ekstrem.

Pendekatan ini menjadi bentuk nyata dari sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial dalam menuntaskan persoalan kemiskinan yang menjadi akar stunting di berbagai wilayah Kutai Timur.

Langkah terukur dan terarah ini diharapkan mampu mempercepat perbaikan kualitas hidup masyarakat sekaligus memastikan tidak ada lagi keluarga berisiko yang luput dari perhatian.

Kutai Timur kini bergerak dengan model kepemimpinan kolaboratif yang menjadikan data dan aksi nyata sebagai fondasi utama pembangunan manusia. (SH/ADV)

Loading