Dishub Balikpapan Siapkan Penambahan CCTV dan Lampu Lalu Lintas di Titik Rawan Pelanggaran dan Kecelakaan

Portalkaltim.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas dengan memperluas pemasangan lampu lalu lintas dan CCTV di sejumlah titik rawan pelanggaran serta kecelakaan. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, ketika menjawab pertanyaan mengenai strategi penguatan pengawasan transportasi di kota minyak tersebut.

Menurut Fadli, penambahan fasilitas lalu lintas berbasis teknologi merupakan kebutuhan mendesak, terutama melihat pertumbuhan kendaraan dan aktivitas transportasi yang semakin tinggi—terlebih Balikpapan saat ini menjadi pintu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan kondisi tersebut, sejumlah kawasan memerlukan peningkatan infrastruktur pemantauan serta pengaturan arus kendaraan.

“Iya, kami sudah merencanakan penambahan titik CCTV dan lampu lalu lintas di kawasan yang dianggap rawan terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan. Ini bagian dari prioritas penguatan keselamatan transportasi di Balikpapan,” ujar Fadli.

Ia menjelaskan bahwa pemasangan fasilitas baru tersebut tidak dilakukan sembarangan, melainkan berdasarkan data evaluasi kecelakaan, titik kemacetan berulang, catatan pelanggaran lalu lintas, serta masukan dari masyarakat dan pihak kepolisian—khususnya Satuan Lalu Lintas Polresta Balikpapan.

“Pemilihan titik sepenuhnya berdasarkan kajian dan data lapangan. Jadi setiap penambahan fasilitas harus benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap pengurangan potensi kecelakaan dan pelanggaran,” jelasnya.

Saat ini Dishub Balikpapan telah mengoperasikan lebih dari 130 unit kamera CCTV, dan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari implementasi program B-Connect (Balikpapan Connectivity), sistem digital yang memadukan monitoring, data pelanggaran, rekayasa lalu lintas, serta integrasi real-time dengan kepolisian.

“CCTV yang ada sekarang masih belum menjangkau seluruh titik sekunder dan jalur rawan. Karena itu, penambahan ratusan unit tambahan menjadi target utama dalam program B-Connect,” tegas Fadli.

Dengan perluasan jaringan CCTV dan digitalisasi pengawasan, Dishub menargetkan proses penindakan pelanggar dapat dilakukan lebih cepat dan akurat, termasuk melalui sistem tilang elektronik (ETLE) apabila telah sepenuhnya terintegrasi.

Selain CCTV, Dishub juga merencanakan penambahan beberapa unit lampu lalu lintas untuk mendukung pengaturan arus kendaraan di kawasan padat aktivitas. Pemasangan dilakukan berdasarkan prioritas kebutuhan, termasuk area yang sering menjadi simpul kemacetan.

“Sejumlah lokasi sedang dalam tahap pengkajian teknis untuk pemasangan lampu lalu lintas baru. Kami melihat lokasi-lokasi yang volume kendaraannya terus meningkat atau sering terjadi crossing traffic yang berbahaya,” terang Fadli.

Dishub juga menyiapkan penyesuaian durasi lampu atau rekayasa sinyal (traffic light timing adjustment) pada beberapa titik untuk meningkatkan kelancaran arus kendaraan.

Selain mengandalkan perangkat teknologi, Fadli menekankan bahwa keberhasilan pengendalian lalu lintas tetap sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan instrumen yang memadai, tetapi perubahan perilaku pengguna jalan menjadi faktor kunci.

“Fasilitas automatisasi dan digitalisasi hanyalah alat. Yang membuat kota ini tertib adalah kedisiplinan pengguna jalan. Karenanya, kami sangat mengharapkan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

Dishub juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan lokasi rawan melalui kanal pengaduan resmi dan media sosial Dishub.

Dengan investasi pada teknologi dan infrastruktur, pemerintah berupaya menciptakan sistem transportasi yang modern dan aman, sejalan dengan visi Balikpapan sebagai mitra strategis pembangunan IKN.

“Tujuan kami adalah menciptakan Balikpapan yang lebih aman, tertib, dan efisien dari sisi mobilitas. Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi perbaikan budaya bertransportasi,” tutup Fadli.

Dengan penambahan fasilitas dan dukungan digitalisasi, Dishub Balikpapan berharap angka kecelakaan dan pelanggaran dapat terus ditekan, serta arus lalu lintas berjalan lebih lancar di seluruh wilayah kota.ADV

Loading