Dishub Balikpapan Perkuat Konektivitas Antarwilayah, Siapkan Infrastruktur Transportasi Penyangga IKN
Portalkaltim.com, Balikpapan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan terus memaksimalkan peran strategisnya dalam mendukung pengembangan konektivitas antarwilayah, khususnya sebagai kota pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menghadapi percepatan pembangunan dan peningkatan mobilitas masyarakat, Dishub menyiapkan sejumlah program dan penguatan infrastruktur transportasi untuk memastikan kelancaran arus pergerakan barang maupun manusia.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, menegaskan bahwa penguatan konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah daerah mengingat posisi Balikpapan sebagai simpul logistik dan jalur utama distribusi menuju kawasan IKN.
“Balikpapan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gerbang menuju IKN. Karena itu, peran Dishub adalah memastikan mobilitas dan konektivitas antarwilayah berjalan lancar dan terintegrasi, baik dari sisi infrastruktur, manajemen lalu lintas, maupun transportasi publik,” tegas Fadli saat ditemui, Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, Dishub telah memetakan sejumlah koridor utama yang menjadi jalur akses vital menuju kawasan penyangga IKN, seperti jalur Balikpapan–Samarinda, Balikpapan–Sepinggan, kawasan bandara SAMS, Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Kariangau, serta jalur Balikpapan – Penajam.
“Koridor-koridor ini terus kami optimalkan melalui manajemen arus, penambahan fasilitas rambu dan marka jalan, serta penguatan pengawasan lapangan untuk mencegah kemacetan,” katanya.
Peningkatan kapasitas jalur dan kelancaran mobilitas, lanjutnya, sangat penting untuk mendukung distribusi logistik dan perpindahan tenaga kerja yang terus meningkat seiring proses pembangunan IKN.
Fadli menjelaskan bahwa Dishub Balikpapan saat ini sedang memperkuat sistem B-Connect (Balikpapan Connectivity) sebagai platform integrasi transportasi berbasis data real time. Sistem ini akan menjadi tulang punggung koordinasi antarinstansi dalam pengelolaan mobilitas kawasan.
“B-Connect akan membantu mengintegrasikan data lalu lintas, kondisi jalur, CCTV, layanan angkutan dan manajemen mobilitas. Ini memastikan kontrol dan penanganan arus kendaraan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.
Saat ini Dishub telah memasang 137 CCTV dan menargetkan penambahan 187 titik baru, terutama di jalur strategis menuju bandara, pelabuhan dan akses ke IKN.
Dishub juga menyiapkan skema pengembangan transportasi umum terintegrasi yang ramah lingkungan dan lebih efisien, termasuk rencana penyusunan koridor Bus Rapid Transit (BRT) yang akan menghubungkan Balikpapan dengan simpul-simpul mobilitas ke arah IKN.
“Transportasi publik akan menjadi kunci untuk mendukung pergerakan masyarakat dan mengurangi beban kendaraan pribadi. Kami terus mempersiapkan sistem BRT yang nantinya terintegrasi dengan jalur utama ke IKN,” jelas Fadli.
Selain itu, Dishub juga mendorong optimalisasi kolaborasi dengan operator angkutan online dan angkutan penumpang lokal agar tercipta sistem transportasi terhubung antarmoda.
Untuk memperkuat konektivitas, Dishub Balikpapan juga menjalin koordinasi intensif dengan Pemprov Kalimantan Timur, Otorita IKN dan Kementerian Perhubungan terkait perencanaan jangka panjang transportasi kawasan.
“Kami bekerja sama dengan pemprov dan pemerintah pusat dalam penyusunan rencana induk transportasi wilayah penyangga, termasuk kebijakan pengembangan akses laut, darat dan udara,” ungkapnya.
Dishub memastikan bahwa Balikpapan tidak hanya menjadi kota transit, tetapi pusat peradaban ekonomi dan mobilitas untuk wilayah Kalimantan Timur.
Fadli mengakui adanya tantangan meningkatnya volume kendaraan dari luar daerah menuju Balikpapan dan IKN. Dengan demikian penataan parkir dan penertiban pelanggaran lalu lintas menjadi bagian penting pengendalian mobilitas.
“Kami memperketat pengawasan terhadap parkir liar yang menghambat pergerakan jalan dan memicu kemacetan, terutama di pusat kota dan koridor utama,” tegasnya.
Dishub juga menyiapkan area kantong parkir baru serta peningkatan pengelolaan retribusi melalui digitalisasi untuk mendukung pelayanan publik yang lebih modern dan akuntabel.
Fadli berharap seluruh proses penguatan konektivitas ini didukung kedisiplinan publik dalam berlalu lintas dan kesadaran bersama menjaga kenyamanan kota.
“Pemerintah menyiapkan infrastruktur dan sistem, tetapi partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan. Balikpapan harus menjadi contoh kota yang tertib dan berbudaya,” katanya.
Fadli menutup keterangannya dengan optimisme bahwa Balikpapan akan menjadi kota modern yang mampu menopang pertumbuhan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
“Kami ingin memastikan Balikpapan siap menjadi kota berkelas dunia yang menjadi wajah Indonesia di masa depan,” pungkasnya.ADV
![]()










