KSO Perkebunan Jadi Sorotan, Faizal Desak Pemerintah Daerah Ambil Peran Strategis

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman, mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk terlibat aktif dalam pengelolaan lahan-lahan perkebunan yang disita oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan (Satgas PKH).

Menurut Faizal, lahan tersebut memiliki nilai ekonomi strategis dan tidak seharusnya hanya menjadi objek pengelolaan pihak tertentu tanpa melibatkan daerah.

“Setelah disita negara, lahan itu akan tetap produktif dan pasti ada pola kerja sama operasional (KSO). Pertanyaannya, daerah dapat apa?” ujar Faizal kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa penyitaan lahan perkebunan ilegal dapat mencapai ribuan hektare. Apabila seluruh potensi tersebut hanya dikelola secara terpusat tanpa melibatkan daerah, maka Kutim akan kehilangan peluang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami sedang menghadapi keterbatasan fiskal karena DBH (Dana Bagi Hasil) direlokasi pusat. Kalau ada potensi KSO (Kerja Sama Operasiona), daerah harus ikut serta agar ada pemasukan,” katanya.

Dirinya menegaskan bahwa keterlibatan daerah bukan untuk “cawe-cawe” secara operasional, tetapi untuk memastikan bahwa Kutim mendapatkan porsi yang layak karena lahan tersebut berada dalam wilayah administrasi daerah.

“Ada hak negara di situ, ada pengelola, dan harusnya daerah juga punya bagian. Jangan sampai semua potensi itu justru dikelola pihak lain tanpa melibatkan kita,” jelasnya.

Ia juga menyinggung kabar yang menyebut bahwa sebagian lahan sitaan diproyeksikan untuk koperasi tertentu.

Meski tidak mempermasalahkan model pengelolaannya, Faizal mengingatkan agar daerah tetap mendapatkan posisi adil.

“Silakan dikelola koperasi merah putih atau yang lain, itu kebijakan pusat. Tapi daerah jangan hanya jadi penonton,” tegasnya.

Pria kelahiram 1981 itu meminta pemerintah memperkuat posisi negosiasi dengan pusat dan Satgas PKH agar Kutim memperoleh hak fiskal yang adil dari pemanfaatan lahan sitaan tersebut.

“Ini saatnya daerah bersuara,” tekannya. (TS/ADV)

Loading