Lewat Program CAMPING, Puskesmas Lamaru Perkuat Deteksi Dini Masalah Gizi Anak

Portalkaltim.com, Balikpapan — Puskesmas Lamaru, Kota Balikpapan, terus memperkuat upaya pencegahan masalah gizi dan stunting pada anak melalui inovasi program bertajuk CAMPING yang kembali digaungkan pada tahun 2025. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang digelar di Grand City Balikpapan, Minggu (23/11/2025).

CAMPING merupakan singkatan dari Kelompok Peduli Stunting. Program ini sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2023, namun kembali diperkuat sebagai langkah percepatan penanganan permasalahan gizi di wilayah kerja Puskesmas Lamaru. Fokus utama program ini adalah pemantauan pertumbuhan balita secara rutin melalui posyandu, termasuk verifikasi ulang hasil pengukuran.

Petugas Gizi Puskesmas Lamaru, Anastasya Putri, menjelaskan bahwa verifikasi pengukuran menjadi langkah penting untuk memastikan tidak terjadi kesalahan pencatatan status gizi anak.
“Kalau ada hasil pengukuran yang menunjukkan berat badan kurang atau kurus, kami lakukan verifikasi dulu untuk memastikan hasilnya benar,” ujarnya.

Setelah dipastikan, lanjut Anastasya, anak yang masuk dalam kategori bermasalah gizi akan langsung mendapatkan intervensi sesuai kebutuhannya. Bentuk intervensi tersebut antara lain pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, pendampingan gizi, hingga rujukan lanjutan bila diperlukan.

“Program CAMPING ini tidak hanya memantau, tapi juga memastikan anak-anak yang bermasalah gizi langsung mendapatkan penanganan yang tepat,” katanya.

Selain pemantauan balita, program ini juga diperkuat dengan kegiatan edukasi melalui kelas ibu hamil, kelas ibu balita, serta penyuluhan kepada keluarga. Menurut Anastasya, peran orang tua sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga.

“Inovasi ini lahir karena tingginya kasus masalah gizi di wilayah kami, sehingga kami ingin lebih fokus pada pencegahan sejak dini,” tambahnya.

Melalui penguatan kembali program CAMPING pada tahun ini, Puskesmas Lamaru berharap upaya deteksi dini dan intervensi gizi dapat semakin optimal dalam menekan angka kasus gizi bermasalah di wilayah pesisir Balikpapan tersebut.ADV

Loading