Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Kemandirian Keluarga Berisiko Stunting
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Upaya percepatan penurunan stunting di Kutai Timur tidak lagi berdiri sendiri dalam ruang kesehatan semata, tetapi bergerak melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa perang melawan stunting juga harus menjadi gerakan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah dunia usaha dan perusahaan akan menjadi faktor utama dalam memperkuat intervensi penanganan keluarga berisiko stunting.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kutai Timur Achmad Junaidi menyampaikan bahwa pengentasan stunting tidak cukup hanya dengan pemberian makanan tambahan, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kesejahteraan dan pendidikan keluarga.
“Kolaborasi lintas OPD dunia usaha dan perusahaan menjadi kunci Disdikbud Distransnaker hingga program 50.000 tenaga kerja diarahkan agar keluarga berisiko stunting memperoleh pekerjaan dan kemandirian ekonomi,” ujar Achmad Junaidi.
Pemerintah daerah memandang bahwa upaya intervensi jangka panjang yang berfokus pada perbaikan kondisi ekonomi dan peningkatan pendidikan menjadi strategi paling efektif dalam memutus rantai penyebab stunting. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dan menyasar akar persoalan secara langsung.
Program pelatihan tenaga kerja, pengembangan keterampilan, serta pemberian akses menuju lapangan kerja bagi keluarga berisiko kini dilaksanakan secara bersamaan dan terarah, disertai mekanisme pengawasan yang ketat agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Kutai Timur berkomitmen menjadikan kemandirian keluarga sebagai fondasi utama keberhasilan penurunan stunting karena keluarga yang sejahtera dan berpendidikan adalah kunci terbentuknya generasi yang sehat dan tangguh. (SH/ADV)
![]()










