Jalan yang Hilang dari Peta, Batu Ampar Tetap Melangkah dengan Harapan

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Debu berterbangan di antara deru kendaraan yang melintas di jalan berbatu menuju pedalaman Batu Ampar. Di sana, di antara bukit dan hutan yang hijau, masyarakat masih menggantungkan harapan pada jalur darat yang kini kehilangan status resminya.

Namun, meski jalan itu tak lagi tercatat di peta provinsi, denyut kehidupan warga tak pernah berhenti mencari jalan keluar dari keterbatasan.

Camat Batu Ampar, Suriansyah, menjelaskan bahwa beberapa desa di wilayahnya, terutama Desa Mugi Rahayu, masih sangat membutuhkan perhatian lebih karena akses jalan yang terbatas.

“Dahulu terdapat jalan provinsi yang menghubungkan Batu Timbau ke Kilometer 55 arah Wahau, namun statusnya telah dihapus sekitar empat tahun lalu dan tidak berstatus jalan apa pun,” ujarnya.

Berikut parafrase yang lebih panjang tanpa mengubah makna:

Sejak saat itu, masyarakat terpaksa menggunakan kembali jalur lama yang kondisinya sudah sangat rusak, sehingga menyulitkan aktivitas harian. Sebagian upaya perbaikan pun hanya bisa dilakukan secara swadaya dengan menggandeng perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah tersebut.

Langkah ini ditempuh untuk memastikan warga tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, mengangkut hasil pertaniannya dengan lancar, serta memperoleh akses yang memadai terhadap layanan dasar seperti pendidikan maupun kesehatan.

Meski jalannya tak lagi diakui secara administratif, semangat masyarakat Batu Ampar untuk mempertahankan akses kehidupannya justru semakin kuat. Bagi mereka, jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol keberlanjutan hidup di tengah keterpencilan.

Dengan gotong royong dan kepedulian dari berbagai pihak, Batu Ampar membuktikan bahwa kemajuan tidak selalu bergantung pada status, tetapi pada tekad untuk terus melangkah meski jalannya belum sepenuhnya terbuka(SH/ADV).

Loading