Dishub Balikpapan Intensifkan Pemetaan Lokasi Parkir di MT Haryono untuk Dukung KTL
Portalkaltim.com, Balikpapan — Upaya mengurai kemacetan di koridor Jalan MT Haryono memasuki tahap yang semakin serius. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan melalui UPTD Pengelolaan Parkir terus memacu proses pematangan rencana pembangunan kantong-kantong parkir di sepanjang jalur yang dikenal sebagai salah satu titik tersibuk dan paling padat arus kendaraan di kota minyak tersebut.
Kepala UPTD Pengelolaan Parkir, Bastian Zarkasyi, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian penting dalam rangkaian persiapan penerapan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Jalan MT Haryono. Menurutnya, Dishub saat ini tengah melakukan pemetaan secara detail terhadap berbagai titik yang memiliki potensi untuk dijadikan area parkir resmi, sehingga mampu menampung kendaraan yang selama ini kerap memadati bahu jalan.
“Pemetaan ini menjadi tahap krusial. Kami menelusuri setiap potensi ruang di dua segmen utama MT Haryono yang selama ini paling rawan mengalami penyempitan arus lalu lintas, sehingga menimbulkan kemacetan berkepanjangan,” jelas Bastian, Jumat (21/11/2025).
Ia mengungkapkan bahwa proses pengumpulan data lapangan tidak berjalan mulus. Pada segmen pertama, Dishub harus berhadapan dengan keterbatasan ruang terbuka karena mayoritas lahan di sisi badan jalan merupakan milik pribadi yang hingga kini belum bersedia dilepas untuk pembangunan area parkir publik. Kondisi tersebut menjadikan opsi pembangunan kantong parkir di area itu semakin terbatas.
“Kami sudah mencoba melakukan komunikasi dengan sejumlah pemilik lahan. Namun sampai saat ini belum ada titik temu terkait pemanfaatan lahan untuk parkir umum. Karena itu, kami masih mengevaluasi alternatif lain yang memungkinkan,” terangnya.
Sementara itu, di segmen kedua, pemetaan lapangan menunjukkan adanya beberapa lokasi yang secara teknis memenuhi syarat untuk dijadikan parkir umum. Hanya saja sebagian titik ternyata berada dalam rencana pembangunan ruko oleh pengembang swasta. Hal ini membuat Dishub harus melakukan koordinasi lebih dalam agar tidak terjadi tumpang tindih pemanfaatan ruang.
“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan ruang parkir tidak berbenturan dengan rencana investasi swasta di wilayah tersebut. Jika memungkinkan, kami akan kolaborasikan agar lahan komersial yang dibangun juga menyediakan fasilitas parkir yang memadai,” tambahnya.
Bastian menyebut bahwa salah satu penyebab utama kemacetan di MT Haryono adalah perubahan fungsi bangunan menjadi tempat usaha tanpa dilengkapi fasilitas parkir yang layak. Dampaknya, kendaraan pelanggan memadati sisi jalan dan mengganggu kelancaran arus kendaraan.
“Ketika bangunan berubah fungsi menjadi tempat usaha, seharusnya ada penyesuaian area parkir. Ini yang paling sering terabaikan dan pada akhirnya membebani jalan raya sebagai lokasi parkir dadakan,” tegasnya.
Karena kondisi jalan tidak memungkinkan untuk diperlebar lagi, kehadiran kantong parkir menjadi solusi yang dianggap paling realistis dan mendesak. Pembangunan lokasi parkir resmi diharapkan dapat memindahkan kendaraan dari bahu jalan dan mengatur ulang pola sirkulasi parkir, sehingga mendukung implementasi KTL.
“Ini bukan sekadar menyediakan tempat parkir, tetapi menata ulang sistem agar lebih aman, teratur, dan mampu mendukung penerapan Kawasan Tertib Lalu Lintas,” ujarnya.
Selain melakukan pemetaan dan menyiapkan opsi ruang parkir baru, Dishub juga berencana memperketat pengawasan terhadap parkir liar serta meningkatkan koordinasi dengan pemilik lahan dan pelaku usaha. Hal ini dilakukan agar kebijakan pengendalian lalu lintas tidak hanya menjadi instruksi teknis, tetapi juga didukung kesadaran publik.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha di sekitar jalur MT Haryono untuk ikut berkontribusi. Penataan parkir membutuhkan sinergi, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” pungkasnya.
Dengan pematangan rencana lokasi parkir dan rencana penerapan KTL, pemerintah berharap kemacetan yang selama ini menjadi masalah klasik di MT Haryono dapat terurai secara bertahap, sehingga kualitas mobilitas masyarakat Balikpapan semakin baik.ADV
![]()










