Pemkot Balikpapan Siap Ambil Alih Pengelolaan BCT pada 2027, Layanan Tetap Beroperasi Normal

Portalkaltim.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan dipastikan akan mengambil alih penuh pengelolaan layanan transportasi publik Balikpapan City Trans (BCT) dari Kementerian Perhubungan mulai 2027. Kepastian ini diperoleh setelah penandatanganan nota kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dengan Pemkot Balikpapan yang berlaku sejak 1 Juni 2024 hingga 1 Juni 2027.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, menyampaikan bahwa selama masa kerja sama berlangsung, seluruh operasional BCT akan tetap berjalan dengan skema yang selama ini diterapkan. Pemerintah kota juga mulai menyiapkan mekanisme sosialisasi terkait pemanfaatan anggaran dalam pengelolaan transportasi tersebut.

“Selama kerja sama ini berjalan, layanan BCT tidak akan berubah. Operasional tetap menggunakan skema service by the service seperti yang berlaku saat ini. Pemkot juga mulai menyiapkan sosialisasi terkait pembiayaan dan pola pengelolaannya,” jelas Fadli, Kamis (20/11/2025).

Dalam tahap awal pengambilalihan, Dishub Balikpapan akan fokus pada dua koridor utama yang sudah berjalan, yakni koridor Pelabuhan Semayang dan Group Line Batu Ampar. Selain mempertahankan layanan yang ada, Dishub juga menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Perhubungan untuk merancang penambahan koridor baru.

Menurut Fadli, perluasan koridor sangat penting untuk memastikan masyarakat dari berbagai kawasan kota mendapatkan akses transportasi yang lebih dekat dan mudah dijangkau. “Penambahan koridor kami maksudkan agar masyarakat punya lebih banyak pilihan dan tidak harus berpindah lokasi jauh untuk mengakses transportasi publik,” terangnya.

Rencana penambahan koridor BCT akan dibahas lebih mendalam dalam Forum Lalu Lintas yang direncanakan berlangsung pada Juni 2025. Sementara itu, terkait skema tarif layanan BCT, Dishub Balikpapan masih menunggu keputusan resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Setelah keputusan tarif ditetapkan, pemerintah kota baru akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan transportasi publik di Balikpapan mampu melayani semua lapisan masyarakat dan menjadi pilihan utama mobilitas sehari-hari,” kata Fadli.

Di sisi lain, masyarakat memberikan respons positif terhadap layanan BCT. Salah satunya Ani, warga Muara Rapak, yang mengaku sangat terbantu dengan keberadaan BCT, terutama karena tarif yang saat ini masih gratis.

“Layanannya nyaman dan tidak dipungut biaya. Itu sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga seperti saya,” ungkapnya.

Meski begitu, Ani berharap jika nantinya tarif resmi mulai diberlakukan, besaran biaya tetap terjangkau dan tidak membebani pengguna. Ia juga menilai sistem pembayaran non-tunai melalui e-money membuat proses naik turun bus menjadi lebih praktis dan cepat dipahami berbagai kelompok usia.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap, pengalihan pengelolaan BCT ini menjadi langkah awal menuju sistem transportasi publik yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah masyarakat. Pemkot menargetkan kualitas layanan BCT dapat terus ditingkatkan sehingga menjadi moda transportasi unggulan di Balikpapan.ADV

Loading